banner 728x90
Event

Meriah! Triwung Lor Night Culture Festival Semarakkan Malam Kota Probolinggo

×

Meriah! Triwung Lor Night Culture Festival Semarakkan Malam Kota Probolinggo

Sebarkan artikel ini
Warga Kelurahan Triwung Lor menghadirkan Triwung Lor Night Culture Festival./ Foto: Istimewa

PROBOLINGGO,- Gemerlap lampu dan beragam pertunjukan seni menghiasi malam di Kota Probolinggo. Warga Kelurahan Triwung Lor menghadirkan Triwung Lor Night Culture Festival, Minggu (20/9/2026).

Festival tersebut diawali dengan parade budaya. Peserta berjalan dari Lapangan Bromo menuju kawasan Terminal Bayuangga.

Beragam atraksi ditampilkan sepanjang rute. Mulai pakaian adat, kostum etnik, Kelabang Songo, kereta kencana, musik, hingga tari tradisional.

Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menyaksikan langsung antusiasme warga dalam memeriahkan festival.

Lurah Triwung Lor Moch. Zainal Achwan mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari Pagelaran Seni, Budaya, dan Pariwisata Tingkat Kelurahan Tahun 2026.

Festival tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo. Menurut Zainal, kegiatan ini menjadi wadah warga untuk berkreasi sekaligus mengenalkan potensi kelurahan.

“Kegiatan ini diharapkan dapat memperkenalkan potensi kelurahan, mendukung pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, serta mempererat kebersamaan dan gotong royong masyarakat,” jelasnya.

Wawali Ina mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, festival budaya dapat menjadi ruang untuk menjaga tradisi sekaligus mengembangkan kreativitas warga.

“Festival ini bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi ruang untuk menjaga tradisi, menampilkan kreativitas masyarakat, sekaligus memperkenalkan potensi Kelurahan Triwung Lor kepada masyarakat yang lebih luas,” ujarnya.

Ia juga melihat kegiatan seperti ini memiliki dampak terhadap perekonomian masyarakat. Keramaian festival dapat menjadi kesempatan bagi UMKM dan pelaku ekonomi kreatif untuk mengenalkan produknya.

Salah seorang penonton, Ira, mengaku menikmati kemeriahan parade budaya. Ia terutama tertarik dengan kereta kencana dan Kelabang Songo yang dihiasi lampu warna-warni.

“Acaranya ramai. Mulai dari arah Ketapang, suasana festivalnya sudah terasa. Ada musik, lampu kelap-kelip, kereta kencana, Kelabang Songo, kostum etnik, dan tari tradisional,” ungkapnya.***