banner 728x90
Event

Satu Dekade Juanda Menari, Kelurahan Tisnonegaran Konsisten Rawat Seni dan Budaya

×

Satu Dekade Juanda Menari, Kelurahan Tisnonegaran Konsisten Rawat Seni dan Budaya

Sebarkan artikel ini
Salah satu peserta Juanda Menari Nigh Carnival ke-10 di Kelurahan Tisnonegaran./ Foto: bolinggo.co

PROBOLINGGO,- Suasana malam di Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, berlangsung meriah dengan digelarnya Juanda Menari Nigh Carnival ke-10, Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 18.00 WIB tersebut mengusung tema “Merajut Seni, Menyulam Budaya untuk Probolinggo Bersolek.”

Juanda Menari merupakan event tahunan yang digelar Kelurahan Tisnonegaran sebagai wadah bagi masyarakat untuk menampilkan sekaligus melestarikan seni dan budaya.

Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin mengapresiasi Juanda Menari yang telah memasuki penyelenggaraan ke-10. Menurutnya, kemeriahan acara tersebut tak lepas dari antusiasme dan keterlibatan masyarakat dalam mempersiapkannya.

“Juanda Menari Night Carnival yang ke-10 ini luar biasa. Sepanjang mata memandang, saya melihat persiapan yang begitu besar dari seluruh warga,” ujar Aminuddin.

Ia menilai Juanda Menari tidak sekadar menjadi panggung pertunjukan kesenian. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk mengangkat potensi asli Kelurahan Tisnonegaran sekaligus mendorong keberlanjutan seni melalui regenerasi.

“Ini bukan hanya menampilkan berbagai macam kesenian, tetapi juga bagaimana Tisnonegaran mampu mengangkat potensi-potensi asli yang dimiliki sehingga mampu menghadirkan dan melakukan regenerasi,” katanya.

Menurut Aminuddin, keterlibatan generasi muda menjadi salah satu hal yang menarik dalam pelaksanaan Juanda Menari. Anak-anak muda mendapat kesempatan untuk belajar dan tampil dengan pendampingan dari para pelaku seni yang lebih senior.

“Kita lihat para penari merupakan anak-anak muda yang dibimbing oleh para seniornya dan mampu menghasilkan penampilan yang luar biasa. Sekali lagi, tepuk tangan untuk kita semua,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Pokmas Guyub Rukun Saklawase, Hariyanto, mengatakan Juanda Menari juga menjadi sarana untuk memperkenalkan berbagai potensi budaya yang berkembang di Kelurahan Tisnonegaran.

“Tujuan acara utama ini adalah mempromosikan budaya yang ada di Kelurahan Tisnonegaran. Di sini banyak sanggar seni yang memiliki potensi dan perlu kita promosikan melalui Juanda Menari,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut sengaja memberikan ruang bagi para pelaku seni untuk menampilkan kreativitas mereka di hadapan masyarakat.

“Kami memberikan ruang kepada para pelaku seni untuk menunjukkan kreativitasnya sekaligus memperkenalkan potensi budaya yang dimiliki kepada masyarakat yang lebih luas,” pungkasnya.

Memasuki satu dekade, Juanda Menari tak hanya menjadi agenda hiburan tahunan, tetapi juga ruang bagi pelaku seni lintas generasi untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya lokal Tisnonegaran.***