banner 728x90
Daerah

Meriah dan Sakral, Petik Laut Kalibuntu Kembali Gaungkan Kearifan Lokal

×

Meriah dan Sakral, Petik Laut Kalibuntu Kembali Gaungkan Kearifan Lokal

Sebarkan artikel ini
Tradisi Petik Laut kembali digelar masyarakat Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan./ Foto: bolinggo.co

PROBOLINGGO,- Tradisi Petik Laut kembali digelar masyarakat Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Rabu (1/7/2026). Kegiatan ini menjadi wujud syukur nelayan atas hasil laut.

Tradisi tahunan ini juga menjadi bagian penting dari pelestarian budaya pesisir. Petik Laut telah berlangsung turun-temurun sejak lama.

Kepala Desa Kalibuntu, Khairul Anam, mengatakan kegiatan ini terbuka untuk umum. Tidak hanya warga lokal, masyarakat luar desa turut meramaikan.

“Petik Laut ini dapat dinikmati tidak hanya oleh masyarakat Kalibuntu, tetapi juga masyarakat dari luar desa. Alhamdulillah setiap tahun antusiasme masyarakat semakin tinggi,” ujarnya.

Ia menyebut tradisi ini sudah ada sejak dirinya kecil sekitar tahun 1994. Bahkan diyakini telah berlangsung jauh sebelumnya sebagai warisan leluhur.

“Sejak saya masih kecil sekitar tahun 1994, tradisi ini sudah ada. Bahkan kemungkinan besar sudah berlangsung jauh sebelumnya sebagai warisan para leluhur,” tambahnya.

Pihak desa berkomitmen menjaga tradisi agar tetap lestari. Generasi muda juga terus dilibatkan dalam pelaksanaannya.

“Karena itu, kami berkomitmen untuk terus melestarikan tradisi ini sekaligus melibatkan generasi muda agar nilai-nilai budaya tetap terjaga,” tegasnya.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Habib Mahdi, turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai kekompakan warga menjadi kunci utama.

“Saya mengapresiasi masyarakat Kalibuntu yang tetap menjaga tradisi Petik Laut setiap tahun. Ini menunjukkan kekompakan masyarakat dalam melestarikan budaya dan menjaga nilai-nilai kebersamaan,” katanya.

Ia berharap tradisi ini terus dilaksanakan setiap tahun dengan lebih baik. Bahkan bisa semakin meriah ke depannya.

“Semoga tradisi ini terus lestari dan setiap tahunnya dapat diselenggarakan dengan lebih baik,” pungkasnya.

Puncak acara ditandai dengan prosesi larung sesaji ke laut. Kegiatan ini diikuti warga, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan.

Sebelumnya, rangkaian acara diawali dengan pasar malam, doa bersama, tahlil, Kalibuntu Bersholawat, serta hiburan rakyat.***