BOLINGGODOTCO,- Di tengah-tengah perkembangan zaman yang semakin modern, persoalan lingkungan banyak disorot menjadi salah satu persoalan manusia terbesar hari ini.
Kerusakan alam, pencemaran sungai, perubahan iklim dan masih banyak lagi. Hal ini menunjukkan hubungan manusia dengan alam semakin hari tidak seimbang.
Anggapan dari fenomena ini dari adanya krisis lingkungan dari factor industri, upaya pemerintah, dan teknologi.
Namun, menurut kacamata Sayyed Hossein Nasr akar masalah dari kerusakan lingkungan sebenarnya ada pada krisis spiritual manusia modern.
Nasr berpendapat bahwa manusia modern sudah kehilangan cara pandang spirit kepada alam. Alam yang seharusnya dipahami sebagai ciptaan tuhan, akan tetapi bergeser dianggap sebagai objek yang dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu.
Akibatnya, eksploitasi terhadap alam dilakukan secara berlebihan tanpa mempertimbangkan dampaknya. Hutan ditebangi, sungai jadi alternatif TPA, sumber daya alam diambil dengan dalih pembangunan dan kemajuan.
Dalam sudut tasawuf, alam erat hubungannya dengan tuhan. Bukti keberadaan tuhan melalui ciptaan-Nya. Manusia mempunyai tanggup jawab sebagai insan kholifah fiil ard untuk menjaga alam.
Sayyed Hossein Nasr menilai bahwa manusia modern hanya terfokus pada ruang materialistim dan kemajuan, tetapi perlahan lupa nilai spiritual yang mengajarkan keseimbangan sebagai wujud upaya syukur dalam hidup.
Manusia dan alam selayaknya berjalan harmonis dalam dunia tasawuf. Ajaran tasawuf mengajarakan manusia bersikap sederhana, tidak berlebihan, serta menyadari bahwa alam bukan pemuas kebutuhan manusia.
Zuhud yang diajarkan tasawuf bukan berarti meninggal dunia semata, melainkan mengendalikan keinginan tidak terbelenggu oleh sifat rakus dan konsumtif berlebihan.
Nilai ini bagi Nasr perlu dihidupkan Kembali dalam kehidupan manusia modern hari ini.
Pemikiran Sayyed Hossein Nasr masih relevan untuk zaman ini sebagai pondasi. Bahwa kerusakan tidak cukup diselesaikan lewat teknologi dan kemajuan.
Kesadaran moral manusia juga perlu disadarkan agar mampu mengelola alam lebih bijaksana.
Jika manusia yang didahulukan keuntungan tanpa pikir panjang, maka kerusakan alam semakin parah dan merugikan manusia itu sendiri.
Cara pandang Sayyed Hossein Nasr dalam dunia tasawuf, memberikan solusi bahwa penyelesaian krisis lingkungan harus dimulai dari bagaimana manusia memposisikan alam.
Alam bukan sesuatu yang harus diekploitasi besar besaran belaka, melainkan Amanah yang harus djaga bersama-sama. Logika modern sudah berjalan sangat canggih, tetapi lalai dalam kebijaksaan mendasar moralitas manusia.***
*) Penulis: Muhammad Taofik adalah Mahasiswa Sejarah di UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (Khas) Jember.
*) Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulis dan tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi bolinggo.co.













