banner 728x90
Daerah

Jelang Iduladha, Probolinggo Pastikan Stok dan Harga Bahan Pokok Terkendali

×

Jelang Iduladha, Probolinggo Pastikan Stok dan Harga Bahan Pokok Terkendali

Sebarkan artikel ini
Pemkot Probolinggo melakukan monitoring dan evaluasi bahan pokok dan barang penting (bapokting) menjelang Iduladha./ Foto: Humas Kota Probolinggo

PROBOLINGGO,- Pemkot Probolinggo melakukan monitoring dan evaluasi bahan pokok dan barang penting (bapokting) menjelang Iduladha 1447 H, Senin (18/5/2026). Kegiatan ini melibatkan wali kota, wakil wali kota, Forkopimda, serta perangkat daerah terkait.

Tim monev dibagi menjadi dua untuk menyasar sejumlah titik berbeda. Langkah ini dilakukan guna memastikan ketersediaan dan stabilitas harga di lapangan.

Scrol Kebawah Untuk Baca
banner 728x90
ADVERTORIMENT

Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, menegaskan kondisi stok bahan pokok sangat aman. Ia menyebut tidak hanya cukup, tetapi bahkan berlebih untuk kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, stok beras di gudang Bulog mengalami lonjakan signifikan. Dari sebelumnya sekitar 6 ribu ton, kini meningkat menjadi sekitar 19 ribu ton.

“Ketersediaannya sangat aman, bahkan bisa mencukupi hingga jangka waktu panjang,” ujarnya.

Aminuddin juga menyampaikan harga beras di pasaran relatif stabil. Baik beras medium maupun premium tidak menunjukkan fluktuasi berarti.

Ia menambahkan, komoditas beras kini tidak lagi menjadi penyumbang utama inflasi daerah. Posisinya bahkan sudah berada di luar lima besar.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Probolinggo, Ina Dwi Lestari, melakukan pemantauan di sejumlah distributor. Di antaranya gudang Minyakita di Jalan Brantas dan Superindo Suhat.

Ina memastikan stok bahan pokok di tingkat distributor dalam kondisi aman. Harga juga dinilai masih terkendali tanpa adanya lonjakan signifikan.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak panik dalam berbelanja. Pembelian berlebihan hingga penimbunan dinilai tidak perlu dilakukan.

Selain itu, stok Minyakita saat ini tercatat sekitar 3.000 karton. Harga jualnya tetap mengikuti ketentuan subsidi pemerintah.

Pemerintah berharap kondisi ini tetap terjaga hingga Iduladha. Stabilitas pasokan dan harga dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat.***