banner 728x90
Nasional

Asap Karhutla Makin Pekat, Pekanbaru Diselimuti Kabut hingga Ganggu Penerbangan

×

Asap Karhutla Makin Pekat, Pekanbaru Diselimuti Kabut hingga Ganggu Penerbangan

Sebarkan artikel ini
Kota Pekanbaru, Riau diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla)./ Foto: BBKSDA Riau

PEKANBARU,- Kota Pekanbaru, Riau, kembali diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Asap tebal membuat jarak pandang menurun dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Sejumlah kawasan perkotaan tampak tertutup asap. Bangunan dan permukiman terlihat samar dari kejauhan. Kondisi tersebut juga membuat udara terasa pengap dan menyebabkan mata perih.

Warga Pekanbaru, Tungkir, mengaku merasakan dampak kabut asap saat berangkat ke kantor. Ia mengatakan kondisi asap sudah cukup pekat hingga membatasi pandangan di jalan.

“Seperti biasa pergi ke kantor, melihat kondisi asap sudah sangat pekat, membuat jarak pandang terbatas, mata sudah pedih dibuatnya,” ungkap Tungkir kepada media.

Tungkir sebelumnya merekam kondisi Kota Pekanbaru dari udara menggunakan drone pada Rabu (7/10). Hasil rekaman memperlihatkan asap menyelimuti sebagian besar wilayah kota, sehingga gedung dan permukiman tampak tidak jelas.

Kabut asap kembali terlihat semakin tebal pada Minggu (11/10) pagi. Warga pun harus menghadapi kondisi udara yang kurang nyaman, terutama saat beraktivitas di luar rumah.

Tungkir meminta pemerintah segera mengambil tindakan untuk mengatasi persoalan tersebut. Ia menilai kabut asap yang berlangsung lebih dari satu bulan telah mengganggu kenyamanan masyarakat.

“Kalau kondisi seperti ini terus, bagaimana kita mau hidup sehat, pemerintah jangan hanya diam, ini sudah hampir satu bulan lebih kondisi seperti ini,” tegasnya.

Kabut asap juga berdampak terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Pada Rabu (7/10) pagi, sejumlah pesawat mengalami kendala untuk mendarat karena jarak pandang yang terbatas.

Executive General Manager bandara, Achmad, menjelaskan pesawat Lion Air nomor penerbangan JT 292 rute Jakarta–Pekanbaru harus kembali ke Bandara Soekarno-Hatta. Pesawat tersebut melakukan return to base (RTB) setelah jarak pandang di bandara tujuan tercatat hanya 600 meter.

“JT 292 rute CGK-PKU mengalami RTB ke Bandara Soekarno-Hatta karena kondisi cuaca di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, khususnya jarak pandang yang berada pada angka 600 meter,” jelas Achmad.

Selain Lion Air, penerbangan Citilink dari Jakarta menuju Pekanbaru juga batal mendarat di tujuan. Pesawat tersebut dialihkan ke Batam, Kepulauan Riau.

Mengacu pada pantauan Flightradar24, pesawat Citilink sempat berputar-putar di langit Pekanbaru sebelum melanjutkan penerbangan menuju Batam.

Situasi ini menambah dampak karhutla yang dirasakan masyarakat Pekanbaru. Selain mengganggu kesehatan dan mobilitas warga, kabut asap juga berpotensi menghambat kelancaran perjalanan udara.***