banner 728x90
Daerah

Kang Mahdi Nahkodai Dewan Kebudayaan Probolinggo, Dilantik di Bromo

×

Kang Mahdi Nahkodai Dewan Kebudayaan Probolinggo, Dilantik di Bromo

Sebarkan artikel ini
Kang Mahdi, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, dipercaya memimpin Dewan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo./ Foto: bolinggo.co

PROBOLINGGO,- Pemkab Probolinggo mencatatkan sejarah baru dalam perjalanan pembangunan kebudayaan. Untuk pertama kalinya, pelantikan Pengurus Dewan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo masa bakti 2025-2030 digelar di kawasan wisata Gunung Bromo, tepatnya di Seruni Point, Sabtu (18/7/2026).

Prosesi yang dipimpin langsung Bupati Probolinggo, Gus dr M. Haris, berlangsung di sela rangkaian acara Bromo Sunset. Latar panorama pegunungan, hamparan lautan pasir, dan langit senja menjadikan pelantikan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan simbol kuat keterkaitan antara pelestarian budaya, alam, dan pariwisata.

Kang Mahdi, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, dipercaya memimpin Dewan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo. Bersama jajaran pengurus yang baru dilantik, ia mengemban amanah untuk memperkuat peran kebudayaan sebagai bagian penting dari pembangunan daerah.

Suasana pelantikan berlangsung khidmat. Seluruh pengurus mengucapkan ikrar jabatan sebagai bentuk komitmen menjaga, mengembangkan, dan memajukan kekayaan budaya Kabupaten Probolinggo agar tetap hidup di tengah dinamika zaman.

Berlatar kawasan yang selama ini dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia, pelantikan tersebut menjadi pesan bahwa identitas budaya tidak dapat dipisahkan dari kekuatan alam yang dimiliki Kabupaten Probolinggo. Keduanya menjadi modal besar untuk membangun daerah yang berkarakter sekaligus berdaya saing.

Dalam sambutannya, Bupati Haris menegaskan Dewan Kebudayaan memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah daerah dalam merumuskan arah pembangunan kebudayaan.

“Budaya bukan hanya peninggalan masa lalu, tetapi identitas yang harus terus dirawat, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi penerus. Karena itu, pelantikan di Seruni Point menjadi simbol bahwa pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan pengembangan pariwisata,” ujar Haris.

Menurutnya, Gunung Bromo tidak hanya menawarkan panorama alam yang mendunia, tetapi juga menjadi ruang hidup berbagai tradisi, kesenian, adat istiadat, dan kearifan lokal masyarakat Tengger maupun masyarakat Probolinggo yang telah terjaga selama berabad-abad.

Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo, Mahdi, menyatakan kepengurusan periode 2025-2030 akan fokus membangun ekosistem kebudayaan yang inklusif. Program yang disiapkan meliputi penguatan pelaku seni, pelestarian tradisi lokal, pengembangan ruang ekspresi budaya, hingga promosi warisan budaya Probolinggo di tingkat nasional maupun internasional.

“Pelantikan ini menjadi awal perjalanan baru Dewan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo. Dilaksanakan di kawasan Bromo yang menjadi ikon dunia, ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga dan mengembangkan identitas budaya daerah,” ungkap Mahdi.

Prosesi pelantikan juga mendapat perhatian pengunjung yang tengah menikmati Bromo Sunset. Banyak di antaranya mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Probolinggo yang memilih destinasi ikonik tersebut sebagai lokasi pelantikan, karena dinilai memperkuat pesan bahwa pelestarian budaya dan kelestarian alam merupakan dua unsur yang saling melengkapi.

Saat matahari perlahan tenggelam di balik gugusan pegunungan Bromo, pelantikan itu menutup hari dengan sebuah penanda penting: komitmen baru untuk menjaga warisan budaya Kabupaten Probolinggo agar tetap lestari, berkembang, dan menjadi kebanggaan masyarakat di masa depan.***