banner 728x90
Daerah

Mahasiswa Unair KKN di Probolinggo, Siap Dorong Pembangunan Berkelanjutan

×

Mahasiswa Unair KKN di Probolinggo, Siap Dorong Pembangunan Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa KKN Belajar Bersama Komunitas (BBK) 8 Universitas Airlangga Surabaya./ Foto: Pemkab Probolinggo

PROBOLINGGO,- Mahasiswa KKN Belajar Bersama Komunitas (BBK) 8 Universitas Airlangga Surabaya diajak menjadikan masyarakat sebagai ruang belajar utama. Hal itu disampaikan dalam kegiatan di Kantor Bupati Probolinggo, Senin (13/7/2026).

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris menegaskan, kehadiran mahasiswa bukan sekadar menjalankan program. Mereka diminta belajar langsung dari masyarakat agar solusi yang dihasilkan tepat sasaran.

“Mahasiswa datang bukan hanya menjalankan program, tetapi belajar bersama masyarakat. Dari proses itu akan lahir program sesuai kebutuhan warga dan sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah daerah masih menghadapi berbagai tantangan. Karena itu, kontribusi mahasiswa diharapkan mampu mempercepat perubahan di tengah masyarakat.

“Kami memulai dari berbagai rapor merah. Kehadiran mahasiswa sesuai disiplin ilmunya diharapkan memberi edukasi dan menjadi bagian dari percepatan perubahan,” katanya.

Dalam bidang kesehatan, Bupati menyoroti pentingnya edukasi sejak dini. Menurutnya, penanganan stunting dan kematian ibu serta bayi harus dimulai dari hulu.

“Menyelesaikan stunting bukan hanya soal tenaga medis. Edukasi harus dimulai sejak pranikah, masa kehamilan hingga 1.000 hari pertama kehidupan,” tegasnya.

Ia pun berpesan agar mahasiswa tidak merasa paling tahu. Justru, pengalaman terbaik akan didapat ketika mereka mau belajar dari masyarakat.

“Jadilah pembelajar. Pahami budaya dan kehidupan masyarakat. Dari situ akan lahir pengalaman yang tidak didapat di bangku kuliah,” tambahnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Keperawatan Unair Prof. Dr. Hj. Yuni Sufyanti Arief berharap mahasiswa mampu bersinergi dengan pemerintah daerah. Kolaborasi tersebut dinilai penting dalam mendorong pembangunan desa.

“Mahasiswa diharapkan dapat melakukan inovasi dan memberdayakan masyarakat di desa,” ungkapnya.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk menghadirkan gagasan yang berdampak nyata. Terutama dalam peningkatan derajat kesehatan dan ekonomi masyarakat.

“Berikan ide dan inovasi terbaik untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tempat kalian mengabdi,” pungkasnya.***