banner 728x90
Daerah

IPAL Masih Bermasalah, Satgas MBG Probolinggo Sidak Dua SPPG Dringu

×

IPAL Masih Bermasalah, Satgas MBG Probolinggo Sidak Dua SPPG Dringu

Sebarkan artikel ini
Satgas MBG Kabupaten Probolinggo melakukan monev di dua SPPG di Kecamatan Dringu./ Foto: Istimewa

PROBOLINGGO,- Lagi-lagi persoalan Persoalan Instalasi Pengolahan Air Limbah IPAL menjadi sorotan. Satgas Kabupaten Probolinggo melakukan monev di dua SPPG di Kecamatan Dringu, Jumat (19/6/2026).

Tim meninjau langsung SPPG Kalisalam dan SPPG Tamansari. Selain mengecek sarana dan prasarana, tim juga berdialog dengan pengelola, pihak sekolah, serta penerima manfaat guna menyerap berbagai masukan di lapangan.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Probolinggo, M. Sjaiful Efendi, mengatakan masih terdapat sejumlah catatan yang perlu mendapat perhatian.

“Masih ada beberapa catatan, terutama terkait tata kelola teknis. IPAL masih menjadi persoalan yang harus terus kita kawal agar segera diperbaiki dan ditingkatkan ke depannya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, dr. Hariawan Dwi Tamtomo, menyebut kondisi SPPG Tamansari secara umum sudah berjalan baik.

“Secara umum SPPG Tamansari sudah bagus. Kami juga melakukan komunikasi langsung dengan para penerima manfaat dan pihak sekolah,” katanya.

Meski demikian, menurutnya masih ada beberapa hal yang perlu segera ditindaklanjuti sesuai hasil temuan tim saat monitoring.

“Ada beberapa hal yang perlu segera ditindaklanjuti sesuai temuan dan rekomendasi yang kami sampaikan saat monitoring hari ini,” tambahnya.

Menurut tim Satgas MBG Hariawan, tim akan kembali turun ke lapangan dalam satu hingga dua minggu ke depan untuk memastikan rekomendasi yang diberikan telah ditindaklanjuti.

“Dalam waktu satu sampai dua minggu ke depan, tim akan melakukan pengecekan kembali untuk melihat progres tindak lanjut dari hasil temuan dan rekomendasi yang telah diberikan,” jelasnya.

Ia berharap seluruh catatan yang ditemukan dapat segera diperbaiki sehingga pelayanan kepada masyarakat, khususnya penerima manfaat program MBG, semakin berkualitas.

“Harapannya seluruh catatan yang ada bisa segera diperbaiki sehingga kualitas pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” pungkasnya.***