PROBOLINGGO,- Sebanyak 18 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kota dan Kabupaten Probolinggo dihentikan sementara operasionalnya oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Penghentian ini dilakukan karena dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut belum memenuhi salah satu syarat utama operasional, yakni Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Kebijakan tersebut merujuk pada Surat Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN Nomor 841/D.TWS/03/2026 tertanggal 10 Maret 2026 tentang penghentian sementara operasional SPPG yang belum memenuhi persyaratan administrasi dan teknis.
Hasil evaluasi BGN menunjukkan sejumlah dapur MBG di Probolinggo belum mengajukan maupun belum memperoleh sertifikat higiene sanitasi dari Dinas Kesehatan setempat.
Padahal dokumen tersebut menjadi standar penting untuk memastikan kebersihan dapur serta keamanan makanan yang disalurkan kepada para penerima program MBG.
Informasi yang dihimpun pada Jumat (13/3/2026) menyebutkan sebagian besar dapur SPPG sebenarnya telah dilengkapi fasilitas pendukung seperti Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) serta mess bagi petugas dapur.
Namun karena belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi, operasional dapur tetap harus dihentikan sementara hingga seluruh persyaratan dipenuhi.
Langkah ini diambil BGN untuk memastikan setiap dapur MBG memenuhi standar kesehatan, sanitasi, serta keamanan pangan sebelum kembali beroperasi.
Beberapa dapur SPPG yang masuk dalam daftar penghentian sementara di wilayah Probolinggo antara lain:
- SPPG Kedupok Kareng Lor, Kota Probolinggo-Kepala SPPG: Achmad Fathullah
- SPPG Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo- Kepala SPPG: Edwin Ernasyah
- SPPG Lumbang, Kabupaten Probolinggo-Kepala SPPG: Valentinus Krishna Adi Prabowo
- SPPG Bucor Kulon, Kecamatan Pakuniran-Kepala SPPG: Moh. Arif Syahroni
- SPPG Bucor Kulon 002, Kecamatan Pakuniran-Kepala SPPG: Arie Dwi Santoso
- SPPG Sumberasih-Kepala SPPG: Wildan Faiz Azhardi
- SPPG Yayasan Nurus Salafiyah, Lemah Kembar, Sumberasih-Kepala SPPG: Trima Haji Wijaya
- SPPG Yayasan Andira Jaya Bersama, Desa Kropak, Kecamatan Bantaran-Kepala SPPG: Febrian Hidayat
- SPPG Banjarsari, Sumberasih-Kepala SPPG: Yeni Harijani
BGN menegaskan penghentian operasional ini tidak bersifat permanen. Dapur MBG dapat kembali beroperasi setelah seluruh persyaratan administrasi dipenuhi, terutama kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi dari Dinas Kesehatan.
Penataan ini dilakukan agar pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan sesuai standar kesehatan serta menjamin keamanan pangan bagi masyarakat penerima manfaat.***














