banner 728x90
Nasional

Pemerintah Pastikan Ekonomi RI Tetap Stabil di Tengah Konflik Timur Tengah

×

Pemerintah Pastikan Ekonomi RI Tetap Stabil di Tengah Konflik Timur Tengah

Sebarkan artikel ini
Stok beras pemerintah di gudang Bulog./ Foto: Istimewa

JAKARTA,- Pemerintah memastikan kondisi perekonomian nasional tetap stabil meskipun situasi geopolitik dunia sedang bergejolak.

Ketegangan konflik di kawasan Timur Tengah dinilai belum memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas dalam negeri.

Selain itu, pemerintah juga menjamin ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat. Stok pangan, energi, hingga BBM disebut berada dalam kondisi aman.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus, Aries Marsudiyanto, di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (10/3/2026).

“Pangan sudah tersedia semuanya. Energi dan BBM juga tidak usah khawatir, stoknya aman dan tercukupi,” ujar Aries.

Ia menjelaskan pemerintah telah melakukan berbagai kalkulasi dan koordinasi lintas kementerian. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan stabilitas nasional tetap terjaga.

Menurutnya, dampak konflik global juga telah diperhitungkan oleh pemerintah. Termasuk ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Baca Juga:  Bantuan Subsidi Upah BPJS Ketenagakerjaan 2025 Cair, Cek Nama Kamu di Sini

Aries menambahkan Presiden bersama para menteri terkait terus memantau perkembangan situasi global. Koordinasi dilakukan secara intensif untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah tidak memiliki rencana menaikkan harga BBM dalam waktu dekat. Kebijakan tersebut diambil untuk menjaga daya beli masyarakat.

“Tidak ada kenaikan BBM. Semua sudah dihitung dan dikalkulasi bersama kementerian terkait,” tegasnya.

Di sisi lain, pemerintah juga mulai menyiapkan berbagai langkah pengamanan menjelang arus mudik Lebaran. Upaya ini dilakukan agar perjalanan masyarakat berlangsung aman dan lancar.

Aries berharap konflik global dapat segera mereda. Dengan begitu, stabilitas kawasan dan perekonomian dunia dapat kembali pulih.***