JAKARTA,- Pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga Hari Raya Idulfitri 2026. Kebijakan ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah kenaikan harga energi global.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar tetap dipertahankan. Pemerintah, kata dia, berkomitmen menjaga stabilitas harga hingga periode Lebaran.
“Insya Allah sampai dengan hari raya ini tidak ada kenaikan harga BBM untuk subsidi,” ujar Bahlil dalam keterangannya, dikutip Rabu (11/3/2026).
Menurutnya, lonjakan harga minyak dunia memang sedang terjadi. Namun kondisi tersebut belum memberikan dampak langsung terhadap kebijakan harga BBM subsidi di dalam negeri.
Bahlil menjelaskan bahwa ketersediaan stok energi nasional masih dalam kondisi aman. Pasokan BBM dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Problemnya kita sekarang bukan di stok. Stok tidak ada masalah, sudah tersedia. Tantangannya saat ini adalah harga global,” jelasnya.
Pemerintah juga memastikan distribusi BBM tetap berjalan lancar selama Ramadan hingga Idulfitri. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional.
Di sisi lain, pemerintah membuka peluang koordinasi lintas kementerian. Hal ini dilakukan jika lonjakan harga minyak dunia terus melampaui asumsi yang telah ditetapkan dalam APBN 2026.
Dalam APBN 2026, asumsi harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price dipatok sekitar USD70 per barel. Sementara harga minyak dunia saat ini telah jauh berada di atas angka tersebut.
Kenaikan harga energi global dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan United States turut mendorong lonjakan harga minyak.
Per Senin (9/3/2026), harga minyak Brent Crude Oil tercatat sekitar USD119,50 per barel. Sementara West Texas Intermediate berada di kisaran USD119,48 per barel.***














