banner 728x90
Daerah

Ketua Ansor Sentil Pemkot Probolinggo, Aspirasi Masyarakat Harus Didengar

×

Ketua Ansor Sentil Pemkot Probolinggo, Aspirasi Masyarakat Harus Didengar

Sebarkan artikel ini
Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Probolinggo./ Foto: bolinggo.co

PROBOLINGGO,- Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Probolinggo, Salamul Huda, menyampaikan kritik terhadap Pemerintah Kota Probolinggo saat kegiatan Festival Patrol di Jalan Mastrip, Sabtu malam (7/3/2026).

Dalam sambutannya, ia menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program tersebut perlu diawasi agar benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.

Salamul Huda menilai, dalam tradisi Nahdlatul Ulama kegiatan sosial sejak lama selalu disertai kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk makanan yang layak dan bergizi.

“Dalam tradisi NU, setiap kegiatan seperti tahlilan atau kegiatan sosial lainnya selalu ada makanan yang layak untuk masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap program sosial pemerintah, termasuk MBG, dapat dijalankan secara maksimal dan tepat sasaran.

Menurutnya, sejumlah pemerintah daerah di wilayah sekitar telah menanggapi berbagai masukan terkait program tersebut. Di antaranya di Lumajang, Jember, Kabupaten Probolinggo, hingga Bondowoso.

Namun ia mempertanyakan sikap Pemerintah Kota Probolinggo yang dinilai belum merespons berbagai kritik yang berkembang di masyarakat.

“Kami berharap pemerintah kota juga serius mendengar aspirasi masyarakat,” kata Salam.

Baca Juga:  Jembatan Rusak di Pajarakan Probolinggo Selesai Diperbaiki, Lalu Lintas Kembali Lancar

Ia juga meminta agar berbagai kritik yang muncul dapat disampaikan kepada pimpinan daerah untuk menjadi bahan evaluasi.

Selain soal program pemerintah, Salam juga menyinggung minimnya dukungan terhadap kegiatan budaya yang digagas organisasi kepemudaan.

Festival Patrol yang digelar GP Ansor Kota Probolinggo, menurutnya, dilaksanakan secara mandiri tanpa dukungan anggaran dari pemerintah daerah.

“Kegiatan ini murni gotong royong bersama masyarakat,” ujarnya.

Ia menyebut peserta festival tidak hanya berasal dari Kota Probolinggo, tetapi juga dari sejumlah wilayah di Kabupaten Probolinggo.

Meski tanpa bantuan anggaran pemerintah, kegiatan tetap berjalan berkat dukungan sponsor dan partisipasi masyarakat.

Salamul Huda berharap pemerintah daerah ke depan memberi perhatian lebih terhadap kegiatan budaya lokal.

“Festival patrol ini bukan hanya hiburan, tetapi bagian dari menjaga warisan budaya,” katanya.

Festival Patrol tersebut diikuti sejumlah kelompok musik patrol dari wilayah Probolinggo Raya. Ajang ini juga menjadi ruang kreativitas pemuda dalam melestarikan musik tradisional menggunakan alat sederhana tanpa instrumen elektronik.***