JAKARTA,- PSSI mulai menyusun peta kekuatan Timnas Indonesia untuk menghadapi persaingan menuju Piala Dunia 2030. Fokus utama saat ini adalah membangun kedalaman skuad agar tim tetap kompetitif meski sejumlah pemain absen.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan, Indonesia membutuhkan banyak pemain berkualitas di setiap posisi. Idealnya, skuad Garuda memiliki tiga kelompok pemain dengan komposisi 11 orang atau minimal dua kelompok dengan kualitas yang relatif seimbang.
“Kita harus memiliki tiga tim yang masing-masing terdiri dari 11 pemain, atau setidaknya dua kelompok berisi 11 pemain dengan kualitas yang relatif setara,” kata Erick dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip Kamis (15/10/2026).
Berdasarkan pemetaan awal, posisi penjaga gawang dinilai sudah memiliki dua pilihan utama. Sektor bek tengah juga cukup memadai, sedangkan bek kiri memiliki banyak opsi pemain.
Namun, persoalan masih ditemukan di posisi bek kanan karena keterbatasan pemain dan badai cedera. PSSI juga menilai lini tengah, penyerang, serta sayap masih membutuhkan tambahan amunisi.
“Di lini tengah, mungkin ada tiga pemain yang konsisten, tetapi kita masih membutuhkan dua pemain lagi. Belum lagi kebutuhan di posisi penyerang dan sayap,” ujarnya.
Erick mencontohkan Jepang sebagai salah satu negara yang memiliki kedalaman skuad kuat. Timnas Jepang didukung sekitar 100 pemain yang berkarier di liga-liga Eropa, termasuk 12 pemain yang bermain di Liga Inggris.
Menurut Erick, banyaknya pemain yang memiliki pengalaman di kompetisi luar negeri membuat Jepang lebih siap menghadapi risiko cedera. Karena itu, Indonesia perlu memperluas pilihan pemain agar tidak bergantung pada sejumlah nama saja.
PSSI akan terus mengevaluasi komposisi skuad bersama pelatih kepala Timnas Indonesia John Herdman dan Badan Tim Nasional. Keseimbangan antara pemain yang berkarier di luar negeri dan kompetisi domestik juga menjadi perhatian dalam proses tersebut.
Dari sisi kualifikasi, Indonesia yang saat ini berada di peringkat ke-21 Asia berpeluang langsung tampil pada putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030 Zona Asia. Dengan skenario tersebut, Garuda tidak perlu melewati putaran pertama.
Indonesia diproyeksikan masuk Pot 3 bersama Kirgistan, Lebanon, Korea Utara, Malaysia, Kuwait, Filipina, dan India. Mengacu pada format sebelumnya, negara-negara dalam pot yang sama tidak akan berada di satu grup.
Pengundian putaran pertama dan kedua dijadwalkan berlangsung pada 15 Desember 2026. Sementara itu, pertandingan putaran kedua direncanakan digelar mulai September 2027 hingga Maret 2028.
Pemetaan pemain sejak dini diharapkan dapat membantu PSSI membangun skuad yang lebih solid. Kedalaman tim menjadi salah satu faktor penting bagi Indonesia untuk menjaga konsistensi performa dalam perjalanan menuju Piala Dunia 2030.***















