banner 728x90
Berita

PBNU Umumkan Kepengurusan Baru 2026–2031, Ini Nama-Nama Pimpinan Utamanya

×

PBNU Umumkan Kepengurusan Baru 2026–2031, Ini Nama-Nama Pimpinan Utamanya

Sebarkan artikel ini
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031./ Foto: Liputan6

JAKARTA,- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi mengumumkan susunan kepengurusan masa khidmah 2026-2031. Pengumuman tersebut digelar di Gedung PBNU Jakarta, Rabu (30/9/2026) malam.

Sejumlah jajaran pimpinan PBNU hadir dalam agenda tersebut. Mereka di antaranya Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Katib Aam Prof KH Mohammad Nuh, Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, serta Sekretaris Jenderal PBNU Gudfan Arif.

Prof KH Mohammad Nuh menjelaskan alasan penetapan Katib Aam dan Sekretaris Jenderal dilakukan lebih dahulu. Menurutnya, kedua posisi tersebut berkaitan dengan proses pengesahan Surat Keputusan (SK) komposisi dan personalia PBNU.

“Karena yang tanda tangan SK ini harus berempat, maka harus ditetapkan terlebih dahulu Katib Aam-nya dan Sekretaris Jenderal. Itulah kenapa yang surat ini nomornya 02,” kata Prof Nuh.

Ia juga menyampaikan adanya keterwakilan kelompok disabilitas dalam kepengurusan PBNU periode 2026-2031. Menurut Prof Nuh, keterwakilan tersebut menjadi salah satu bagian dalam struktur kepengurusan yang baru.

“Alhamdulillah di kepengurusan sekarang ini ada saudara-saudara kita yang mewakili kelompok disabilitas,” ujarnya.

Susunan kepengurusan PBNU tersebut tertuang dalam SK PBNU Nomor 2/PB.01/A.II.01.01/99/09/2026. Struktur kepengurusan terdiri atas Mustasyar, Syuriyah, A’wan, dan Tanfidziyah.

Pada jajaran Syuriyah, KH Miftachul Akhyar ditetapkan sebagai Rais Aam PBNU. Posisi Katib Aam dipercayakan kepada Prof KH Mohammad Nuh. Sementara itu, sejumlah ulama ditetapkan sebagai Wakil Rais Aam dan Rais.

Di jajaran Tanfidziyah, KH Kikin A. Hakim atau Gus Kikin ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU.

Gus Kikin didampingi tujuh Wakil Ketua Umum. Mereka yakni H Saifullah Yusuf, KH Muhammad Faiz Syukron, Prof H Ganefri, H Muhammad Lukman Edy, KH Abdul Ghoffar Rozin, H Irfan Asy’ari Sudirman Wahid, dan H Juri Ardiantoro.

Untuk posisi Sekretaris Jenderal, PBNU menetapkan H Gudfan Arif.

Gudfan Arif akan didampingi sejumlah Wakil Sekretaris Jenderal. Di antaranya H Nur Hidayat, H M Silahuddin, H S Suleman Tanjung, H A Syarif Munawi, H Lukman Khakim, hingga H Moh Arwani Thomafi.

Sementara itu, posisi Bendahara Umum PBNU ditempati Prof Dr Ainun Na’im.

Ia akan didampingi tujuh bendahara, yakni H Agus Rofiudin, Kawendra Lukistian, H Dimas Wibowo, H Faisal Ali Hasyim, H Rahmat Hidayat, Aris Ariyanto, dan TGH Ibnu Halil.

Susunan Pimpinan Utama PBNU 2026-2031:

Syuriyah

  • Rais Aam: KH Miftachul Akhyar
  • Wakil Rais Aam: KH Nurul Huda Jazuli, KH Anwar Iskandar, KH Afifuddin Muhajir, KH Muhammad Musthofa Aqiel Siroj, KH Ahmad Bahauddin Nur Salim
  • Katib Aam: Prof KH Mohammad Nuh

Tanfidziyah

  • Ketua Umum: KH Kikin A. Hakim
  • Sekretaris Jenderal: H Gudfan Arif
  • Bendahara Umum: Prof Dr Ainun Na’im

Selain pimpinan utama tersebut, kepengurusan PBNU masa khidmah 2026–2031 juga diisi sejumlah nama pada jajaran Rais, Katib, Ketua, Wakil Sekretaris Jenderal, Bendahara, serta unsur kepengurusan lainnya.***