banner 728x90
Daerah

Mahasiswa UB Asal Probolinggo Raih Tiga Prestasi Sastra Nasional dalam Tiga Bulan

×

Mahasiswa UB Asal Probolinggo Raih Tiga Prestasi Sastra Nasional dalam Tiga Bulan

Sebarkan artikel ini
Ibnus Shabil, mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang asal warga Kabupaten Probolinggo./ Foto: Istimewa

PROBOLINGGO,- Ibnus Shabil, mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang asal warga Kabupaten Probolinggo, kembali menorehkan tinta emas di kancah sastra nasional.

Dalam tiga bulan terakhir, pemuda yang dikenal memiliki kemampuan kuat dalam cipta dan baca puisi ini berhasil meraih tiga penghargaan bergengsi tingkat nasional.

Scrol Kebawah Untuk Baca
banner 728x90
ADVERTORIMENT

Puncak prestasinya diraih pada Sabtu (8/9/2025) dalam Festival Islam UPI, Lomba Puisi Nasional yang digelar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Dalam ajang tersebut, Ibnus keluar sebagai juara 1 melalui puisi berjudul “Pada Suatu Subuh Nanti”.

Karya tersebut mengajak pembaca merenungi kelalaian manusia terhadap salat Subuh, kesadaran akan kematian, serta gambaran kehancuran yang mungkin terjadi jika manusia terus abai terhadap perintah agama.

Sebelumnya, pada Selasa (30/9/2025), Ibnus juga berhasil meraih juara 1 Lomba Baca Puisi Tingkat Nasional yang diselenggarakan Unit Pengembangan Intelektual UIN Sunan Ampel Surabaya.

Ia membacakan puisinya sendiri berjudul “Jubah Hitam”, yang mengangkat tragedi G30S/PKI sebagai pengingat bahwa sejarah tidak boleh dilupakan atau dibiarkan membeku.

Baca Juga:  Pendapatan Probolinggo Anjlok Rp49 Miliar, Wali Kota Tegaskan Rendahnya Kepatuhan Pajak

Rentetan prestasi itu kian lengkap ketika pada Selasa (21/10/2025), Ibnus berhasil meraih juara 3 dalam Cipta dan Baca Puisi Festival Budaya Tingkat Nasional di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Melalui puisi “Di Rahim Puisi”, ia menyuarakan kegelisahan akan memudarnya esensi budaya Indonesia di tengah arus globalisasi dan krisis identitas bangsa.

Di balik karya-karyanya, Ibnus mengungkapkan bahwa dirinya ingin mengajak masyarakat kembali merenung dan meresapi nilai-nilai kehidupan.

“Puisi ini ingin mengetuk ruang paling sunyi dalam diri kita. Tentang kematian, tentang iman, tentang hal-hal yang sering kita lewatkan,” ujarnya.

Prestasi beruntun ini tidak hanya mengharumkan nama Universitas Brawijaya, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Probolinggo yang kembali melahirkan generasi muda bertalenta di dunia sastra tanah air.***