JAKARTA,- Pemerintah menargetkan layanan internet rumah berkecepatan 100 Mbps bisa dinikmati masyarakat dengan biaya sekitar Rp140 ribu atau di bawah Rp200 ribu. Upaya ini dilakukan melalui perluasan jaringan fiber optik hingga ke rumah tangga.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, mengatakan perluasan fixed broadband menjadi langkah penting untuk menghadirkan internet berkualitas dengan harga lebih terjangkau.
Menurut Nezar, jaringan fiber optik perlu menjangkau lebih banyak rumah agar internet cepat tidak hanya tersedia di kawasan perkotaan dan pusat bisnis. Dengan begitu, satu koneksi dapat digunakan bersama oleh seluruh anggota keluarga.
“Dengan kecepatan 100 Mbps, masyarakat bisa membayar sekitar Rp140 ribu atau di bawah Rp200 ribu. Ini akan memberikan dampak ekonomi yang cukup tinggi bagi masyarakat,” ujar Nezar dalam wawancara dengan CNBC Indonesia di Kantor Kemkomdigi, Jakarta Pusat, sebagaimana dilansir Jumat (30/10/2026).
Selain memperluas jaringan internet kabel, pemerintah juga mendorong peningkatan penggunaan teknologi seluler 5G. Saat ini, adopsi 5G di Indonesia masih di bawah 10 persen.
Pemerintah menargetkan tingkat adopsi teknologi tersebut meningkat mendekati 30 hingga 40 persen dalam tiga sampai lima tahun mendatang. Penguatan infrastruktur menjadi salah satu prioritas untuk mencapai target tersebut.
“Penguatan infrastruktur menjadi yang pertama dan paling penting. Kita akan meningkatkan adopsi teknologi 5G yang saat ini masih di bawah 10 persen,” kata Nezar.
Perluasan fiber optik dan penguatan jaringan 5G diharapkan memperluas akses internet berkualitas bagi masyarakat. Konektivitas yang lebih murah juga dinilai dapat mendukung pendidikan, pekerjaan, pengembangan usaha, dan akses layanan publik digital.***

























