banner 728x90
News

Hadapi Musim Kemarau, Pemerintah Genjot Tanam Padi Serentak di 38 Daerah Jatim

×

Hadapi Musim Kemarau, Pemerintah Genjot Tanam Padi Serentak di 38 Daerah Jatim

Sebarkan artikel ini
Pemerintah melalui Kementerian Pertanian mempercepat gerakan tanam padi serentak di 38 daerah di Jawa Timur./ Foto: Kementan

JAKARTA,- Pemerintah melalui Kementerian Pertanian mempercepat gerakan tanam padi serentak di 38 daerah di Jawa Timur. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas produksi pangan di tengah ancaman musim kemarau.

Gerakan ini dipusatkan di Kabupaten Ngawi dan menargetkan peningkatan luas tambah tanam (LTT) hingga 3,4 persen dalam satu hari. Capaian tersebut diharapkan mampu mendongkrak produksi padi secara cepat dan terukur.

Program yang diinisiasi Direktorat Jenderal Tanaman Pangan ini mengangkat tema “Sawah Bersholawat Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan”. Selain aspek teknis, kegiatan ini juga menekankan kolaborasi lintas sektor.

Berdasarkan catatan, kinerja sektor pertanian di Jawa Timur menunjukkan tren positif. Luas tanam periode Oktober 2025 hingga Maret 2026 meningkat 9,7 persen, sedangkan produksi beras naik lebih dari 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala BBPOPT, Yuris Tiyanto menegaskan percepatan tanam harus memberikan hasil nyata di lapangan.

“Target kenaikan LTT 3,4 persen dalam satu hari harus bisa dicapai. Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi gerakan nyata untuk meningkatkan produksi,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi. Seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga petani, diminta bergerak bersama agar program berjalan efektif.
Untuk mendukung percepatan, sejumlah langkah dilakukan.

Di antaranya percepatan olah tanah, optimalisasi irigasi, serta penggunaan pompa air guna menjaga ketersediaan air saat kemarau.

Selain itu, pengawasan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) diperkuat dengan teknologi digital. Sistem SIFORTUNA digunakan untuk mendeteksi potensi serangan hama lebih dini.

Perwakilan Dinas Pertanian Jatim, Denny Kurniawan menegaskan pentingnya keserempakan dalam proses produksi.
“Tanam serentak harus diikuti panen serentak agar hasilnya optimal. Kita juga harus siap menghadapi potensi El Nino,” katanya.

Di tingkat daerah, Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko menyebut produksi padi daerahnya terus meningkat. Pada 2025, produksi mencapai 772.571 ton gabah kering giling.

“Ngawi saat ini masuk tiga besar produksi padi di Jawa Timur setelah Lamongan dan Bojonegoro. Ini menunjukkan sektor pertanian masih menjadi andalan daerah,” ungkapnya.

Ia menambahkan, inovasi terus dilakukan untuk menjaga produktivitas. Mulai dari pertanian ramah lingkungan hingga modernisasi sistem irigasi.

Gerakan ini juga diperkuat dengan pendekatan sosial melalui konsep “sawah bersholawat”. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan semangat dan kebersamaan petani.

Secara nasional, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya kerja cepat dan terintegrasi. “Kita harus bergerak cepat, tepat, dan bersama untuk mewujudkan swasembada pangan nasional,” tegasnya.***