PADANG,- Hujan deras yang mengguyur Kota Padang, Sumatera Barat, sejak Sabtu 10 Oktober 2026, memicu banjir di tiga kecamatan, yakni Koto Tangah, Nanggalo, dan Kuranji.
Berdasarkan data sementara hingga Minggu (11/10/2026), bencana tersebut berdampak pada 498 warga, dengan 238 orang di antaranya telah terdata terdampak dalam laporan yang dihimpun.
Tim dari BPBD menerima laporan awal dari kawasan Kuranji pada pukul 12.52 WIB. Petugas kemudian melakukan penanganan di sejumlah titik yang terdampak banjir.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menjelaskan bahwa banjir terjadi setelah hujan lebat mulai mengguyur wilayah tersebut sekitar pukul 12.00 WIB.
“Wilayah terdampak tersebar di tiga kecamatan, yakni Koto Tangah, Nanggalo, dan Kuranji,” ujar Hendri, dikutip Minggu (11/10/2026).
Dampak banjir juga tercatat pada 120 rumah warga. Sebanyak 60 rumah berada di Kecamatan Kuranji, 40 rumah di kawasan Lubuk Minturun, dan 20 rumah lainnya di Tabing Banda Gadang.
Selain terendam, lima rumah di Kuranji mengalami kerusakan, dengan empat rumah masuk kategori rusak sedang dan satu rumah mengalami kerusakan berat.
Derasnya aliran air turut memutus akses jalan masyarakat di sekitar kawasan PDAM Guo, Kecamatan Kuranji. Kondisi tersebut menghambat mobilitas warga sekaligus menyulitkan petugas dalam menjangkau lokasi terdampak untuk melakukan penanganan.
Guna memastikan perkembangan kondisi di setiap wilayah. Warga di kawasan rawan banjir diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan banjir susulan, terutama apabila hujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur Kota Padang.
“Masyarakat di wilayah terdampak perlu meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan deras kembali terjadi. Data mengenai jumlah warga terdampak dan kerusakan infrastruktur masih dinamis seiring perkembangan situasi di lapangan,” ujar Hendri.***















