PROBOLINGGO,- Video hiburan hajatan di Paiton, Kabupaten Probolinggo, viral di WhatsApp. Rekaman itu memperlihatkan seorang bocah mengangkat rok penyanyi waria hingga pakaian dalamnya terlihat.
Dalam video itu, tampak penyanyi waria berinisial VAM sedang tampil di atas panggung. Peristiwa tersebut menuai perhatian karena terjadi di hadapan penonton, termasuk anak-anak.
Menanggapi kejadian itu, tokoh agama mengingatkan pentingnya menjaga kesopanan dalam setiap hiburan masyarakat. Kegiatan yang bertujuan menghibur diharapkan tetap memperhatikan norma sosial, budaya, dan ajaran agama.
Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, VAM membenarkan bahwa lokasi dalam video tersebut berada di Paiton. Ia juga mengaku malu atas insiden yang terjadi saat dirinya tampil.
“Jiya e Paiton, todus,” ujar VAM saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Senin (26/10/2026). Dalam bahasa Indonesia, pernyataan tersebut berarti kejadian itu berlangsung di Paiton dan dirinya merasa malu.
Secara terpisah, Pengasuh Pondok Pesantren Badridduja Kraksaan, KH Tauhidullah Badri atau Kiai Tauhid, turut memberikan tanggapan. Ulama asal Kraksaan itu menekankan agar hiburan tidak hanya berorientasi pada kemeriahan acara.
Menurutnya, penyelenggara perlu mempertimbangkan kepantasan penampilan serta dampaknya terhadap masyarakat. Kesopanan dan norma agama harus tetap menjadi perhatian dalam setiap kegiatan.
“Jangan hanya sekadar menghibur hadirin, tapi hendaknya juga mengedepankan kesopanan, kepatutan, atau kepantasan dengan mempertimbangkan norma-norma budaya dan ajaran agama,” pesannya.
Kiai Tauhid juga menilai perlunya aturan yang lebih jelas untuk menertibkan kegiatan hiburan di tengah masyarakat. Pemerintah maupun DPRD diharapkan dapat mempertimbangkan regulasi agar pelaksanaan acara tidak berlangsung tanpa batasan.
“Ke depan, rasanya pemerintah atau DPRD dianggap perlu membuat aturan yang mengatur dan menertibkan acara yang berlangsung di masyarakat, agar acara-acara seperti itu tidak berjalan liar dan bebas tanpa aturan,” ungkapnya.
Selain itu, ia mengingatkan para penyelenggara agar tidak menjadikan jumlah pengunjung dan kemewahan hiburan sebagai tujuan utama. Menurutnya, setiap kegiatan seharusnya membawa manfaat serta nilai kebaikan bagi masyarakat.
“Orientasi atau tujuan dari mengadakan acara apa pun, yang paling pokok dan utama adalah mendapatkan keberkahan dan rida Allah, bukan sebatas ramai dengan pengunjung dan hiburan yang wah,” pungkasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi penyelenggara hajatan dan pelaku hiburan untuk memperhatikan keamanan, kepantasan, serta perlindungan anak selama kegiatan berlangsung.***

























