banner 728x90
Daerah

Korban Kebakaran Bromo Bertambah, Petugas TNBTS Meninggal di RSUD Surabaya

×

Korban Kebakaran Bromo Bertambah, Petugas TNBTS Meninggal di RSUD Surabaya

Sebarkan artikel ini

PROBOLINGGO,- Korban meninggal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Probolinggo, bertambah menjadi lima orang. Korban terbaru merupakan petugas TNBTS bernama Munawi (44).

Munawi meninggal dunia pada Senin (19/10/2026) pukul 14.55 WIB saat dirawat di ICU RSUD Dr Soetomo Surabaya. Korban sebelumnya dirujuk pada Kamis (15/10/2026) malam akibat luka bakar.

Humas RSUD Dr Soetomo Surabaya, Adin Niken, menjelaskan bahwa Munawi mengalami luka bakar sekitar 51 persen dari luas permukaan tubuh. Kondisi tersebut disertai kegagalan sejumlah organ.

“Luka bakar sekitar 51 persen dari luas tubuh disertai gagal organ multipel,” kata Niken kepada wartawan.

Menurut Niken, kondisi Munawi mulai memburuk sejak Senin pagi. Tekanan darah korban terus menurun hingga mengalami syok, sementara detak jantungnya semakin melemah.

Tim medis telah memberikan penanganan, termasuk pemberian obat untuk membantu kerja jantung. Namun, kondisi korban terus mengalami perburukan hingga detak jantungnya tidak lagi teraba.

Dokter kemudian melakukan resusitasi jantung paru (RJP) atau cardiopulmonary resuscitation (CPR). Meski telah dilakukan upaya penyelamatan, detak jantung korban tidak kembali hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 14.55 WIB.

Pihak RSUD Dr Soetomo turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. “Kami menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban,” ujar Niken.

Satu Korban Masih Dirawat Intensif

Sementara itu, satu korban lainnya bernama Suraji (44) masih menjalani perawatan intensif di Ruang Observasi Intensif (ROI) RSUD Dr Soetomo Surabaya.

Suraji mengalami luka bakar sekitar 49 persen dari luas tubuh dan masih membutuhkan alat bantu pernapasan. Selain itu, pasien juga mengalami sejumlah komplikasi yang memerlukan penanganan medis.

Niken menyebut komplikasi tersebut meliputi infeksi berat akibat luka bakar, rendahnya kadar protein dalam darah, serta infeksi pada paru-paru.

Tim dokter berencana memberikan tambahan protein melalui infus dan menangani infeksi menggunakan antibiotik. Kondisi Suraji masih membutuhkan pemantauan secara intensif.

“Kondisi beliau masih memerlukan pemantauan dan perawatan intensif,” tandas Niken.

Pada peristiwa tersebut terdapat enam korban dalam peristiwa karhutla di kawasan Bromo. Tiga orang di antaranya meninggal dunia saat proses pemadaman di lokasi kebakaran.

Satu korban lainnya meninggal dunia di RSUD Tongas. Sementara itu, Munawi menjadi korban kelima yang meninggal setelah menjalani perawatan di RSUD Dr Soetomo Surabaya.***