JAKARTA,- Tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelaksanaan demokrasi di Indonesia turun menjadi 40 persen pada Oktober 2026. Angka tersebut merosot 34 poin persentase dibandingkan Februari 2024 yang mencapai 74 persen.
Temuan itu berdasarkan survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Hasilnya disampaikan pendiri SMRC, Profesor Saiful Mujani, dalam program Bedah Politik di kanal YouTube SMRC TV, Rabu (14/10/2026).
Dalam pemaparannya, Saiful menyebut tingkat kepuasan tersebut menjadi yang terendah dibandingkan dua tahun pemerintahan presiden-presiden sebelumnya sejak pemilihan presiden secara langsung dimulai pada 2004.
Menurut Saiful, penurunan kepuasan publik berkaitan dengan penilaian masyarakat terhadap kinerja presiden. Selain itu, kondisi sosial-ekonomi, situasi politik, dan penegakan hukum turut memengaruhi pandangan masyarakat terhadap pelaksanaan demokrasi.
Survei terbaru SMRC dilaksanakan pada 1–10 Oktober 2026. Penelitian ini menyasar warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih, yakni berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah.
SMRC melibatkan 1.213 responden dalam survei tersebut. Sebanyak 1.013 responden yang memiliki telepon seluler dipilih secara acak melalui metode double sampling dan diwawancarai lewat telepon.
Sementara itu, 200 responden tanpa telepon seluler dipilih menggunakan metode stratified multistage random sampling. Wawancara terhadap kelompok ini dilakukan secara langsung.
SMRC memperkirakan margin of error sebesar ±2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen, berdasarkan asumsi simple random sampling. Hasil survei ini menggambarkan persepsi responden pada periode penelitian dan perlu dipahami sesuai dengan metodologi yang digunakan.***















