SUMENEP,- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meletakkan batu pertama pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Dusun Daja, RT 001 RW 001, Desa Bates, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep.
Program ini menyasar lima warga yang membutuhkan bantuan pembangunan maupun perbaikan rumah. Bantuan tersebut diharapkan dapat menghadirkan hunian yang lebih layak bagi masyarakat.
Khofifah mengatakan, kolaborasi antara Pemprov Jatim, Baznas Jatim, Baznas Sumenep, dan badan usaha milik daerah (BUMD) menjadi faktor penting dalam mendukung program tersebut.
“Sinergitas antara Pemprov Jatim, Baznas Jatim, Baznas Sumenep, dan BUMD ini menjadi kunci dalam membantu masyarakat mendapatkan rumah yang layak huni,” ujarnya.
Dari lima penerima bantuan, empat orang masing-masing memperoleh Rp25 juta. Sementara itu, Santi B. Ali menerima Rp40 juta untuk membangun kembali rumahnya dari awal.
Bantuan Rp25 juta terdiri atas Rp20 juta dari Baznas Jatim dan Rp5 juta dari BUMD Pemprov Jatim. Adapun bantuan untuk Santi berasal dari Baznas Jatim sebesar Rp20 juta dan Baznas Sumenep sebesar Rp20 juta.
Penerima lainnya yakni Ach. Baidhowi Faisal dari Desa Panaongan, Kecamatan Pasongsongan; Hamid dari Desa Pakandangan Barat, Kecamatan Bluto; serta Fatima dan Tihema yang berdomisili di Kecamatan Dasuk.
Berdasarkan data penerima, empat warga masuk kategori Desil 1 dan satu warga masuk Desil 2. Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas tempat tinggal sekaligus mendukung kesejahteraan keluarga penerima manfaat.***















