PROBOLINGGO,- Kabar baik bagi wisatawan yang telah menantikan kembali berkunjung ke Gunung Bromo. Setelah sempat ditutup selama hampir dua pekan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kawasan wisata Bromo kini resmi dibuka kembali.
Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan, keputusan membuka kembali kawasan wisata Bromo telah mempertimbangkan aspek keselamatan.
“Mempertimbangkan aspek keselamatan pengunjung dan petugas, sehingga kawasan Bromo dibuka untuk wisata Kamis, 20 Agustus 2026,” kata Rudijanta, dalam keterangan tertulisnya.
Sebelumnya, seluruh pintu masuk wisata di kawasan Bromo ditutup total akibat meningkatnya eskalasi karhutla. Penutupan dilakukan sejak Sabtu, 8 Agustus 2026 malam.
Adapun pintu wisata yang sempat ditutup meliputi Cemorolawang di Kabupaten Probolinggo, Wonokitri di Kabupaten Pasuruan, Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang, serta Senduro di Kabupaten Lumajang.
Rudijanta mengingatkan wisatawan untuk tetap menjaga kawasan selama beraktivitas di Bromo. Pengunjung diminta tidak melakukan kegiatan yang berpotensi memicu kebakaran.
Di antaranya dengan tidak membuat perapian, membuang puntung rokok sembarangan, maupun meninggalkan benda lain yang berpotensi menjadi sumber api.
“Kita bersama-sama saling menjaga kawasan agar kebakaran tidak kembali terjadi. Keberhasilan penanganan kebakaran dikarenakan kerja keras tim gabungan dari berbagai unsur,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan karhutla di kawasan Gunung Bromo. Penanganan tersebut melibatkan berbagai unsur selama proses pemadaman berlangsung.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam penanganan kebakaran, mulai petugas Kementerian Kehutanan, TNI, Polri, BNPB, BPBD, pemerintah daerah, mitra, relawan, masyarakat, hingga pelaku jasa wisata,” katanya.
Lebih lanjut, Rudijanta menyebut api di kawasan Gunung Bromo berhasil dipadamkan sepenuhnya dalam kurun waktu 13 hari. Kebakaran tersebut pertama kali terjadi pada Senin, 3 Agustus 2026.
Dengan kembali dibukanya kawasan wisata, TNBTS mengajak seluruh wisatawan dan pelaku jasa wisata ikut menjaga kelestarian kawasan. Kewaspadaan terhadap potensi kebakaran tetap menjadi hal penting agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.***















