PROBOLINGGO,- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung penanganan kebakaran hutan di kawasan Gunung Bromo. Pemerintah terus mengintensifkan upaya pemadaman agar api tidak semakin meluas.
Dalam penanganan tersebut, pemadaman diperkuat melalui operasi udara. Dua helikopter disiapkan untuk mendukung proses water bombing sekaligus pendinginan di titik-titik yang masih terbakar.
Khofifah menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sejak awal kejadian untuk mempercepat bantuan udara.
“Sejak Selasa, 4 Agustus 2026 kami sudah berkoordinasi dengan BNPB untuk meminta bantuan helikopter water bombing yang mampu membawa air hingga 1.000 liter,” ujar Khofifah.
Sebelum helikopter tiba di lokasi, tim di lapangan telah melakukan upaya pembasahan menggunakan teknologi drone guna menahan laju api.
“Sebelum helikopter datang, kami melakukan pembasahan menggunakan drone dengan kapasitas sekitar 100 liter air,” tambahnya.
Ia juga memastikan tambahan bantuan udara segera tiba pada Sabtu, 8 Agustus 2026 untuk memperkuat operasi pemadaman yang tengah berlangsung.
“Insya Allah akan datang lagi satu helikopter dari BNPB yang saat ini masih berada di Banjarmasin. Setelah tiba di Bandara Abdulrachman Saleh, helikopter akan langsung menuju Bromo,” jelasnya.
Dengan dukungan armada udara dan jarak sumber air yang lebih dekat, efektivitas pemadaman diharapkan meningkat secara signifikan.
“Dengan jarak pengambilan air yang lebih dekat, kami berharap proses pemadaman bisa lebih efektif dan api dapat dipadamkan secepatnya,” pungkas Khofifah.***















