banner 728x90
Berita

Pidato Prabowo Tuai Sorotan, Jurnalis hingga LSM Disebut “Londo Ireng”

×

Pidato Prabowo Tuai Sorotan, Jurnalis hingga LSM Disebut “Londo Ireng”

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri puncak Hari Lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta./ Foto: BPMI Setpres

JAKARTA,- Presiden Prabowo Subianto kembali melontarkan pernyataan blak-blakan saat berpidato pada puncak Hari Lahir ke-28 PKB di Jakarta, Kamis (23/7/2026). Dalam kesempatan itu, ia menyinggung istilah “londo ireng” yang dinilainya masih eksis hingga saat ini.

Dalam sejarah Indonesia, istilah tersebut merujuk pada pribumi yang dianggap berkhianat karena bekerja untuk penjajah. Prabowo menilai, fenomena serupa masih muncul dalam bentuk berbeda di era modern.

“Londo-londo ireng ini sampai sekarang masih ada. Hanya dia sekarang pakai baju lain, kan? Wartawan, jurnalis apa itu? pengamat, LSM,” ujar Prabowo dalam pidatonya.

Ia juga mempertanyakan independensi sejumlah pihak. Menurutnya, publik perlu mengetahui sumber pendanaan mereka.

“LSM harus kita tanya, yang gaji lo siapa? Yang bayar listrikmu siapa? Yang bayar handphonemu siapa?” tegasnya.

Selain itu, Prabowo turut menyoroti pemberitaan media. Ia menilai ada media yang tidak menampilkan capaian pemerintah secara utuh.

Menurutnya, pemerintah telah melakukan renovasi besar-besaran terhadap fasilitas pendidikan. Hingga saat ini, lebih dari 67 ribu bangunan sekolah disebut telah diperbaiki.

“Walaupun kita sudah perbaiki 67 ribu sekolah, dia cari sekolah yang belum diperbaiki, dia foto besar, taruh di halaman pertama,” ujarnya.

Prabowo menambahkan, program tersebut akan terus dilanjutkan. Ia menargetkan perbaikan sekolah bisa mencapai 100 ribu bangunan pada tahun depan.

Meski mengkritik, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tetap terbuka terhadap kritik. Namun, ia mengingatkan agar kritik disampaikan secara objektif.

“Kita negara demokrasi. Kita tidak anti-kritik. Tapi kita bukan anak kecil,” katanya.

Dalam pidato itu, Prabowo juga menyinggung narasi pesimistis tentang kondisi Indonesia. Ia menyebut ada pihak yang terus memprediksi Indonesia akan kolaps.

“Indonesia akan kolaps, bulan April akan kolaps, eh April lewat enggak kolaps. Bulan Mei akan kolaps, bulan Juni akan kolaps,” ucapnya.

Ia menegaskan, prediksi tersebut tidak terbukti. Prabowo menilai Indonesia justru terus menunjukkan ketahanan dan pertumbuhan yang positif.***