JAKARTA,- Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) menjatuhkan sanksi berat kepada Shin Tae Yong. Eks pelatih Timnas Indonesia itu dilarang melatih di Korea Selatan selama 10 tahun.
Keputusan tersebut diambil usai rapat Komite Fair Play KFA. Selain larangan melatih, Shin juga dilarang terlibat dalam seluruh kompetisi sepak bola di Korea Selatan dalam jabatan apa pun.
Tak hanya itu, KFA juga menjatuhkan sanksi berupa pengusiran permanen dari klub-klub yang berada di bawah naungan federasi tersebut.
Meski demikian, hukuman tersebut hanya berlaku di Korea Selatan. Shin Tae Yong tetap dapat melatih klub di luar negeri.
Saat ini, Shin masih menjabat sebagai pelatih Persija Jakarta. Posisinya di klub Liga 1 itu dipastikan tidak terpengaruh oleh keputusan KFA.
Media Korea Selatan, Ichanela, melaporkan bahwa PSSI telah mengetahui sanksi tersebut. Namun, hukuman dari KFA tidak memiliki dampak terhadap aktivitas Shin di kompetisi Indonesia.
Menanggapi keputusan itu, Shin menilai sanksi yang diterimanya tidak adil. Ia mengaku memiliki sejumlah bukti yang dapat menjelaskan persoalan tersebut, tetapi memilih untuk tidak mengungkapkannya.
“Ada banyak aspek yang menurut saya tidak adil. Saya ingin mengungkapkan kebenaran, tetapi murid-murid saya bisa terluka jika saya berbicara, dan suasana sepak bola domestik juga tidak baik,” ujar Shin, dikutip Jumat (24/7/2026).
Perseteruan antara Shin dan KFA bermula dari dugaan tindakan kekerasan terhadap sejumlah pemain saat masih menangani Ulsan Hyundai. Ia juga disebut bermain golf ketika kompetisi sedang berlangsung.
Kasus tersebut berujung pada pemecatan Shin dari Ulsan Hyundai. Kini, KFA menjatuhkan sanksi yang membuatnya tidak dapat berkiprah di sepak bola Korea Selatan selama 10 tahun.***















