SURABAYA,- DPW LDII Jawa Timur kembali menjalin silaturahim dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur di Kantor MUI, Surabaya, Rabu (22/7/2026). Pertemuan ini menjadi momentum menghidupkan kembali kerja sama yang sempat terhenti.
Ketua DPW LDII Jawa Timur, Moch Amrodji Konawi, mengatakan sinergi dengan MUI sebelumnya telah berjalan melalui program penghijauan. Program tersebut dinilai memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kerja sama kami dengan MUI diawali melalui program penghijauan. Kami berharap program itu dapat diaktifkan kembali karena manfaatnya telah dirasakan masyarakat,” ujar Amrodji.
Selain bidang lingkungan, LDII juga mendorong penguatan kerja sama dalam pembinaan umat. Terutama melalui kegiatan keagamaan dan pendidikan di lingkungan LDII.
“Kami berharap MUI dapat memberikan pembekalan wawasan kebangsaan dan keagamaan dalam pengajian-pengajian LDII maupun pondok pesantren kami,” tambahnya.
Ia menegaskan, kerja sama yang dibangun tidak hanya sebatas melanjutkan program lama. Namun diharapkan bisa berkembang dan memberikan kontribusi lebih luas bagi masyarakat.
“Dengan demikian, kerja sama yang selama ini terjalin tidak hanya kembali berjalan, tetapi juga berkembang untuk memperkuat pembinaan umat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum MUI Jawa Timur, Kiai Abd. Halim Soebahar, menyambut positif langkah tersebut. Ia menilai kolaborasi bisa segera ditindaklanjuti melalui struktur yang dimiliki MUI.
“MUI ada komisi-komisi yang menangani berbagai bidang. Kerja sama yang dibangun hari ini bisa ditindaklanjuti melalui komisi sesuai dengan programnya, sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kesinambungan komunikasi antara kedua lembaga. Menurutnya, sinergi tidak boleh berhenti hanya pada pertemuan tingkat provinsi.
Ke depan, komunikasi antara MUI dan LDII akan diperluas hingga tingkat kabupaten dan kota. Hal ini diharapkan memperkuat implementasi program di lapangan.
Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, kedua lembaga optimistis dapat memperkuat pembinaan keagamaan. Sekaligus meningkatkan kepedulian lingkungan dan wawasan kebangsaan di tengah masyarakat.***














