PROBOLINGGO,- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo menerbitkan tausiyah resmi terkait pelaksanaan kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026.
Ketentuan ini tertuang dalam tausiyah No. 06/TSH/MUI/MUI.KAB.PROB/VII/2026 tersebut menjadi panduan moral bagi masyarakat dalam menggelar berbagai kegiatan Agustusan di wilayah Kabupaten Probolinggo.
Dalam tausiyah itu disebutkan, momentum HUT RI di bulan Agustus harus menjadi pemacu semangat cinta tanah air sebagai bagian dari iman atau hubbul wathon minal iman.
“Momen kemerdekaan hendaknya diisi dengan kegiatan yang menggembirakan, namun tetap menjaga norma agama, kesopanan, dan nilai keberkahan,” tulis MUI Kabupaten Probolinggo, dikutip bolinggo.co Rabu (22/7/2026).
MUI mengimbau seluruh panitia dan peserta kegiatan, mulai dari lomba, karnaval, pawai, upacara hingga panggung hiburan, agar tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman.
Perayaan diperbolehkan berlangsung meriah dan kreatif, namun harus tetap berada dalam koridor adab serta tidak melanggar norma yang berlaku di masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, MUI menekankan pentingnya menjaga kewajiban ibadah, khususnya shalat lima waktu, dengan menghentikan sementara kegiatan saat adzan berkumandang serta menyediakan fasilitas ibadah.
Selain itu, masyarakat diminta menjaga aurat dan kesopanan dalam berpakaian, dengan menghindari busana yang ketat, transparan, maupun yang mengekspos tubuh.
MUI juga menegaskan larangan terhadap segala bentuk pornoaksi dan pornografi, termasuk gerakan, tarian, maupun kostum yang bersifat erotis dan dapat merusak moral, terutama bagi anak-anak.
Tidak hanya itu, masyarakat diingatkan untuk menghindari tasyabbuh atau perilaku menyerupai lawan jenis, seperti laki-laki berdandan seperti perempuan atau sebaliknya dalam kegiatan hiburan.
Panitia juga diminta mengatur kegiatan agar terhindar dari ikhtilat atau campur baur yang tidak terjaga antara laki-laki dan perempuan selama acara berlangsung.
Lebih lanjut, MUI menegaskan bahwa seluruh kegiatan Agustusan harus bebas dari unsur perjudian, minuman keras, dan narkoba yang dapat merusak makna perayaan kemerdekaan.
“MUI mengajak seluruh masyarakat menjaga ketertiban, memperkuat persatuan, serta menanamkan nilai perjuangan dan semangat kepahlawanan dalam mengisi kemerdekaan,” tegasnya.
Melalui tausiyah ini, MUI Kabupaten Probolinggo berharap peringatan HUT RI 2026 dapat berlangsung meriah, aman, dan tetap membawa nilai keberkahan bagi seluruh masyarakat.***















