SURABAYA,- Pemerintah Provinsi Jawa Timur mulai menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi ASN. Kebijakan ini dijadwalkan berlaku setiap hari Rabu.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyebut langkah ini sebagai upaya efisiensi energi. Salah satu tujuannya untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
“Mulai minggu depan, WFH kita jatuhnya pada hari Rabu,” ujarnya di Surabaya, Rabu (25/3/2026).
Penentuan hari Rabu disebut telah melalui berbagai pertimbangan. Pemprov sengaja tidak memilih hari Jumat.
Menurut mantan Menteri Sosial ini, WFH di akhir pekan berpotensi memicu long weekend. Hal itu justru bisa meningkatkan konsumsi BBM.
“Kalau hari Jumat ada kecenderungan bablas long weekend. Yang diharapkan hemat, justru bisa tidak hemat,” katanya.
Perhitungan juga dilakukan bersama Wakil Gubernur Emil Dardak. Rata-rata jarak tempuh ASN ke kantor dinilai cukup besar.
Setiap hari, ASN menempuh sekitar 28 kilometer pulang-pergi. Dengan WFH satu hari, konsumsi BBM dinilai bisa ditekan signifikan.
“Kalau tiap minggu ada long weekend, potensi penggunaan BBM justru lebih besar karena mobilitas meningkat,” jelasnya.
Meski WFH diterapkan, pelayanan publik dipastikan tetap berjalan. Produktivitas ASN juga menjadi perhatian utama.
Khofifah menegaskan konsep yang digunakan adalah WFH, bukan Work From Anywhere (WFA). Pegawai diminta tetap bekerja dari rumah.
“Kalau di rumah, ada keluarga yang ikut mengawasi. Jadi tetap bisa menjaga kedisiplinan,” ujarnya.
Untuk memastikan hal itu, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim diminta melakukan pengawasan. Absensi ASN akan dipantau secara ketat.
Kebijakan ini dijadwalkan mulai pekan depan. Pola kerja ASN akan diatur dengan WFH di tengah pekan.
“Senin, Selasa masuk. Rabu WFH. Lalu Kamis dan Jumat kembali bekerja maksimal,” pungkasnya.***














