banner 728x90
Daerah

Kasus Menu MBG Viral di Paiton, Satgas Probolinggo Lakukan Evaluasi SPPG

×

Kasus Menu MBG Viral di Paiton, Satgas Probolinggo Lakukan Evaluasi SPPG

Sebarkan artikel ini
Satgas MBG Kabupaten Probolinggo melakukan monitoring dan evaluasi (monev) di SPPG Paiton./ Foto: Istimewa

PROBOLINGGO,- Satgas MBG Kabupaten Probolinggo melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Paiton, Senin (16/3/2026).

Kegiatan tersebut bertujuan memastikan pengelolaan dapur SPPG berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kabupaten Probolinggo, Abdul Ghafur, mengatakan monitoring dilakukan untuk melihat langsung sistem pengelolaan di lapangan.

“Kami hadir untuk memastikan pengelolaan SPPG berjalan dengan baik, mulai dari instalasi pengolahan air limbah (IPAL), sertifikasi sanitasi hingga standar pengolahan makanan,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan evaluasi ini dapat mendorong pengelola dapur melakukan perbaikan secara berkelanjutan.

“Tentu dengan adanya evaluasi ini, kami berharap pengelola SPPG bersama mitra dan yayasan dapat terus melakukan perbaikan sehingga pengelolaannya semakin baik dan kualitas makanan yang disajikan tetap terjaga,” katanya.

Baca Juga:  Miris! Pekerja Kayu Ekspor di Probolinggo Digaji di Bawah Standar Tanpa Makan

Dalam monitoring tersebut juga dibahas laporan temuan satu pangsit yang terdapat ulat pada SPPG Desa Sidodadi saat pembagian makanan bergizi.

Namun laporan tersebut baru disampaikan pada sore hari setelah proses pembagian makanan selesai dilakukan.

Selain itu, Satgas MBG juga menyinggung kejadian viral terkait temuan ulat pada buah naga di SPPG Desa Sumberanyar Paiton 02.

Berdasarkan hasil monitoring, saat ditemukan bagian buah yang rusak petugas dapur langsung menggantinya dengan buah yang baru.

Meski demikian, potongan buah yang rusak tersebut sempat diunggah ke grup WhatsApp sekolah.

Unggahan itu kemudian menyebar luas di media sosial dan memunculkan persepsi berbeda di tengah masyarakat.***