banner 728x90
DaerahEvent

Meriah! Ansor Probolinggo Hidupkan Tradisi Patrol, Peserta Tampil Kreatif

×

Meriah! Ansor Probolinggo Hidupkan Tradisi Patrol, Peserta Tampil Kreatif

Sebarkan artikel ini
GP Ansor Kota Probolinggo menggelar Festival Musik Patrol./ Foto: Istimewa

PROBOLINGGO,- GP Ansor Kota Probolinggo menggelar Festival Musik Patrol pada Sabtu malam (7/3/2026). Kegiatan ini digelar di Jalan Mastrip dengan rute dari Klinik NU hingga berakhir di Kafe Asyiq, Kelurahan Kedupok, Kecamatan Kedupok.

Festival tersebut menjadi upaya Ansor untuk menghidupkan kembali tradisi musik patrol yang dulu akrab dengan masyarakat saat Ramadan. Tradisi ini kini mulai jarang ditemui di tengah perkembangan hiburan modern.

Ketua PC GP Ansor Kota Probolinggo, Salamul Huda, mengatakan kegiatan ini merupakan hasil keputusan rapat organisasi yang ingin menjaga warisan budaya lokal.

Ia mengenang, pada masa lalu hampir setiap malam Ramadan kelompok patrol keliling kampung dengan alat musik sederhana. Suasana kala itu, kata dia, selalu meriah dan penuh kebersamaan.

“Melalui kegiatan ini kami ingin membudayakan kembali musik patrol yang dulu sangat dekat dengan kehidupan masyarakat,” ujar Salamul Huda.

Festival ini juga diharapkan dapat menarik minat generasi muda untuk mengenal dan mencintai kesenian tradisional. Selain sebagai hiburan, kegiatan ini menjadi sarana memperkenalkan kembali budaya lokal kepada masyarakat.

Baca Juga:  Tiga Kecamatan Jadi Sorotan, Satresnarkoba Probolinggo Ringkus Pengedar Narkoba

Untuk menjaga keaslian musik patrol, panitia menetapkan beberapa aturan bagi peserta. Seluruh kelompok diwajibkan menggunakan alat musik tradisional dan tidak diperbolehkan memakai alat musik elektrik, drum band, maupun kendaraan bermotor.

Awalnya terdapat 18 kelompok yang mendaftar mengikuti festival. Namun pada hari pelaksanaan hanya 13 kelompok yang tampil setelah beberapa peserta mengundurkan diri karena tidak memenuhi ketentuan panitia.

Peserta festival berasal dari berbagai wilayah di Probolinggo Raya. Sekitar 70 persen berasal dari Kota Probolinggo, sementara sisanya dari Kabupaten Probolinggo.

Sepanjang rute kegiatan, warga terlihat antusias menyaksikan penampilan para peserta. Festival ini pun diharapkan dapat terus digelar setiap tahun agar tradisi musik patrol tetap hidup di tengah masyarakat.***