PROBOLINGGO,- Pemerintah Kota Probolinggo memperkuat langkah pengendalian inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 2026.
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin mengatakan pengendalian inflasi menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah. Hal ini penting untuk menjaga kestabilan harga dan melindungi daya beli masyarakat.
Menurutnya, Kota Probolinggo memiliki sejumlah potensi yang dapat dimaksimalkan untuk memperkuat perekonomian daerah.
“Kota Probolinggo memiliki tiga potensi utama yang harus dimanfaatkan, yaitu pengembangan ekonomi kreatif berbasis pariwisata, posisi strategis sebagai daerah transit distribusi barang dan jasa, serta potensi sebagai kota penyangga pariwisata Bromo dan Semeru,” kata Aminuddin.
Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi Kota Probolinggo pada tahun 2025 menunjukkan tren positif. Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat.
“Hal ini juga berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan sekitar 0,69 persen serta penurunan rasio gini dari 3,5 menjadi 2,5,” ujarnya.
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Probolinggo Rey Suwigtyo memastikan distribusi pasokan pangan tetap terjaga. Pemerintah daerah memantau sejumlah titik yang berpotensi menghambat distribusi barang.
“Kami juga memastikan kelancaran distribusi pasokan pangan dengan memantau wilayah rawan kemacetan yang dapat mengganggu distribusi. Kegiatan ini kami lakukan bersama Polres Probolinggo Kota dan Dinas Perhubungan,” jelas Rey.
Selain pengawasan distribusi, Pemkot Probolinggo juga memperkuat kerja sama antardaerah. Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan komoditas di pasar.
“Untuk kerja sama antardaerah, Pemerintah Kota Probolinggo telah melakukan MoU dengan Kabupaten Blitar dan daerah sekitar guna menjamin kelancaran pasokan komoditas,” pungkasnya.***














