banner 728x90
News

Serangan AS ke Venezuela, Kementerian Luar Negeri Pastikan Aset Pertamina Aman

×

Serangan AS ke Venezuela, Kementerian Luar Negeri Pastikan Aset Pertamina Aman

Sebarkan artikel ini
Lapangan minyak yang dikelola Pertamina Internasional EP (PIEP) di luar negeri./ Foto: Pertamina Hulu Energi

JAKARTA,- Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memastikan keamanan aset Indonesia di Venezuela pasca serangan militer Amerika Serikat yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro.

Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, mengatakan KBRI Caracas terus memantau perkembangan situasi keamanan di negara tersebut.

Pemantauan dilakukan khususnya terhadap aset-aset Indonesia yang berada di Venezuela. Termasuk aset energi yang dikelola PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP).

“KBRI Caracas terus berkoordinasi untuk memastikan keamanan aset Indonesia serta operasional PIEP tetap berjalan,” ujar Yvonne, dikutip Rabu (7/1/2026).

Ia menegaskan, fasilitas migas yang dikelola PIEP tidak terdampak serangan militer AS pada Sabtu (3/1/2026). Kondisi aset dan personel dinyatakan aman.

PIEP merupakan pemegang saham mayoritas pada perusahaan migas Prancis Maurel & Prom (M&P). Sebagian aset perusahaan tersebut berlokasi di Venezuela.

Baca Juga:  Hujat PWI Pusat, Puluhan Wartawan Jatim Tuntut Kongres Luar Biasa

Manajemen PIEP memastikan tidak ada kerusakan pada fasilitas maupun gangguan terhadap staf M&P. Pemantauan dilakukan secara berkelanjutan sebagai langkah antisipasi.

PIEP juga terus berkoordinasi dengan KBRI Caracas untuk memastikan situasi tetap terkendali. Langkah ini dilakukan guna menjaga keberlangsungan operasional.

Diketahui, Pertamina melalui PIEP mengelola aset migas di 11 negara. Keberadaan aset tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia menyampaikan keprihatinan atas serangan AS ke Venezuela. Indonesia menilai penggunaan kekuatan berpotensi menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional.

Indonesia menyerukan semua pihak menghormati hukum internasional dan mengutamakan keselamatan warga sipil.

Pasca penangkapan Maduro, Mahkamah Agung Venezuela menunjuk Wakil Presiden Delcy Rodriguez sebagai presiden sementara.***