banner 728x90
News

DPRD Jatim Apresiasi Kepemimpinan Khofifah Jaga Kerukunan Umat Beragama di Jatim

×

DPRD Jatim Apresiasi Kepemimpinan Khofifah Jaga Kerukunan Umat Beragama di Jatim

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur, Sumardi./ Foto: Istimewa

SURABAYA,- Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur, Sumardi, memberikan apresiasi atas kepemimpinan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam menjaga kerukunan antarumat beragama sepanjang tahun 2025.

Menurutnya, Jawa Timur berhasil menciptakan iklim sosial yang aman dan kondusif. Sepanjang 2025 tidak tercatat konflik berlatar belakang suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

“Selama tahun 2025 nihil permasalahan SARA maupun konflik sosial. Ini hasil sinergi Forkopimda Jawa Timur yang solid di bawah kepemimpinan Ibu Khofifah,” ujar Sumardi di Surabaya, Selasa (6/1/2026).

Politisi Fraksi Partai Golkar itu menilai, keberhasilan tersebut lahir dari kepemimpinan yang inklusif. Pemerintah daerah dinilai mampu membangun komunikasi yang intens dengan aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat.

Pendekatan dialogis yang diterapkan membuat potensi konflik dapat dicegah sejak dini. Hal ini menjadikan suasana kerukunan umat beragama di Jawa Timur tetap terjaga.

Baca Juga:  Jelang Idul Fitri, BI Jatim Kucurkan Uang Rp24,6 Triliun Uang Layak Edar

Sumardi menegaskan, kerukunan umat beragama bukan hanya urusan keagamaan. Lebih dari itu, menjadi sarana memperkuat nilai kemanusiaan dan persatuan.

“Kerukunan adalah ruang menumbuhkan solidaritas dan kepedulian sosial. Ini penting untuk menjaga kohesi masyarakat,” jelasnya.

Ia juga menilai peran Forkopimda Jawa Timur sangat strategis. Negara hadir secara nyata dalam menjamin rasa aman dan kebebasan beribadah seluruh umat beragama.

Stabilitas sosial yang terjaga, lanjut Sumardi, turut mendorong pembangunan daerah. Iklim investasi dan kepercayaan publik terhadap pemerintah pun meningkat.

“Keberhasilan Jawa Timur menjaga toleransi bahkan layak menjadi contoh nasional,” tegasnya.

Ia berharap pola koordinasi dan komunikasi yang diterapkan di Jawa Timur dapat terus dipertahankan. Bahkan, dapat direplikasi oleh daerah lain di Indonesia.***