PROBOLINGGO,- Sebanyak 367 peserta mengikuti Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-XXXII Tingkat Kota Probolinggo Tahun 2026. Kegiatan tersebut dibuka di Puri Manggala Bhakti, Kantor Wali Kota Probolinggo, Senin (21/9/2026) siang.
Para peserta akan mengikuti sejumlah cabang perlombaan yang menjadi bagian dari rangkaian MTQ. Mereka sebelumnya telah mempersiapkan diri melalui proses belajar dan latihan.
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin mengatakan, kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar membutuhkan proses pembelajaran. Menurutnya, terdapat berbagai kaidah yang harus diperhatikan dalam membaca Al-Qur’an.
“Membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar bukan hal yang mudah. Ada tajwid yang harus dipelajari, ada panjang pendek bacaan yang harus diperhatikan, termasuk kapan harus berhenti dan kapan harus melanjutkan bacaan,” ujar Aminuddin.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti proses persiapan dengan sungguh-sungguh. Apresiasi serupa disampaikan kepada para Dewan Hakim yang bertugas dalam pelaksanaan MTQ.
“Karena itulah saya sangat mengapresiasi para peserta yang telah belajar dan berlatih dengan sungguh-sungguh, termasuk para Dewan Hakim yang memiliki tanggung jawab besar untuk menilai dengan objektif dan sesuai kaidah yang telah ditetapkan,” katanya.
Sementara itu, Kabag Kesra Sekretariat Daerah Kota Probolinggo Samsul Arifin berharap MTQ XXXII dapat melahirkan generasi Qur’ani yang berprestasi. Para peserta diharapkan tidak hanya unggul dalam perlombaan.
“Semoga dari MTQ XXXII ini lahir Qari-Qariah, Hafizh-Hafizhah, Mufassir-Mufassirah, serta Generasi Qur’ani Terbaik Kota Probolinggo yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Samsul.
Ia berharap prestasi para peserta juga dapat membawa nama baik Kota Probolinggo pada ajang MTQ Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2027 mendatang.
Pelaksanaan MTQ XXXII menjadi salah satu upaya untuk memperkuat pembinaan generasi Qur’ani di Kota Probolinggo, sekaligus mendorong peserta terus meningkatkan kemampuan dan pemahaman terhadap Al-Qur’an.***















