banner 728x90
Teknologi

Tak Lagi Eksklusif, Hubungan Microsoft dan OpenAI Masuk Babak Baru

×

Tak Lagi Eksklusif, Hubungan Microsoft dan OpenAI Masuk Babak Baru

Sebarkan artikel ini
Perubahan kemitraan antara Microsoft dan OpenAI mendapat sorotan analis./ Foto: news.microsoft

JAKARTA,- Perubahan kemitraan antara Microsoft dan OpenAI mendapat sorotan analis. Revisi dinilai menyederhanakan hubungan bisnis keduanya.

Analis Evercore ISI, Kirk Materne, menyebut kesepakatan baru memberi fleksibilitas lebih luas. Kedua perusahaan kini memiliki ruang gerak yang lebih besar.

Dalam perjanjian terbaru, Microsoft tak lagi membayar bagi hasil atas produk OpenAI di cloud. Hak eksklusif penjualan model AI juga dilepas.

Sebagai gantinya, Microsoft memperoleh kepastian ekonomi yang lebih jelas. Akses teknologi OpenAI tetap terjaga hingga 2032.

Materne menilai OpenAI justru diuntungkan dari sisi distribusi. Perusahaan kini bisa menjangkau pasar yang lebih luas.

OpenAI juga tak lagi terikat pada satu platform. Produk AI dapat disajikan di berbagai penyedia cloud, tak hanya Azure.

Lisensi IP untuk Microsoft tetap berlaku hingga 2032. Namun sifatnya kini non-eksklusif.

Dari sisi keuangan, skema bagi hasil mengalami perubahan. Microsoft tidak lagi membayar, sementara OpenAI masih berbagi pendapatan hingga 2030 dengan batas maksimum.

Materne juga menyoroti hilangnya istilah AGI dalam kontrak. Hal ini dinilai mengurangi ketidakpastian bagi investor.

“Kami tidak melihat ini sebagai kejutan besar,” ujarnya. Ia menilai arah strategi kedua pihak sudah terlihat sebelumnya.

Meski begitu, Microsoft tetap memegang peran penting. Perusahaan masih menjadi mitra utama dalam aspek komersial dan infrastruktur.

Evercore ISI pun mempertahankan rekomendasi positif. Saham Microsoft diberi rating Outperform dengan target harga 580 dolar AS.***