PROBOLINGGO,- Investor asal Arab Saudi, Maedin Al-Bina Company, menjajaki peluang kerja sama pengembangan RSUD Ar Rozy Kota Probolinggo. Kunjungan tersebut turut dihadiri Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin dan Direktur RSUD Ar Rozy dr. M. Ali Yusni.
Dalam pertemuan itu, Aminuddin memaparkan rencana penguatan layanan kesehatan di Kota Probolinggo. Pengembangan RSUD Ar Rozy menjadi salah satu peluang investasi yang ditawarkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada investor.
Pemkot Probolinggo menargetkan RSUD Ar Rozy memiliki pelayanan yang lebih paripurna. Rencana pengembangannya mencakup penguatan trauma center, layanan penyakit dalam, pengadaan peralatan medis berteknologi tinggi, serta fasilitas penunjang lainnya.
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin mengatakan, pengembangan tersebut sejalan dengan upaya menjadikan daerahnya sebagai pusat rujukan kesehatan bagi wilayah sekitar.
“Konsep kami ke depan sebagai daerah transit ingin menjadikan Kota Probolinggo ini kota rujukan bagi daerah sekitarnya. Kalau Rp1,7 triliun selesai, saya yakin bisa menjadi salah satu rumah sakit terbaik di Jawa Timur,” ujar Aminuddin.
Sementara itu, perwakilan investor, Meriky dan Amtiaz Ibrahim, menyampaikan bahwa peluang kerja sama tidak hanya mencakup pembangunan infrastruktur. Kerja sama juga berpotensi meliputi pengadaan peralatan kesehatan hingga pengelolaan atau operasional rumah sakit.
Mereka menilai, kelengkapan administrasi menjadi salah satu aspek penting dalam penjajakan tersebut. “Perizinan dan surat-suratnya lengkap. Tinggal skema kerja samanya,” demikian pernyataan pihak investor.
Ketua Tim Kerja Pengembangan Promosi DPMPTSP Provinsi Jawa Timur, Iswahyudi Oky Saputro, menjelaskan bahwa kondisi fisik RSUD Ar Rozy menjadi salah satu pertimbangan investor dalam menjajaki peluang investasi.
“Kenapa Kota Probolinggo? Secara fisik, bangunannya sudah berdiri dan dinilai lebih siap dibandingkan kota lain yang dikunjungi. Jadi, menurut kesimpulan mereka, Kota Probolinggo ini salah satu prioritas,” ungkapnya.
Tahap selanjutnya akan difokuskan pada pembahasan aspek bisnis, feasibility study (FS), detail engineering design (DED), serta penentuan skema kerja sama yang sesuai. Investor juga akan menyiapkan proposal bisnis untuk dibahas bersama Pemprov Jawa Timur dan Pemkot Probolinggo.
Penjajakan ini diharapkan membuka peluang investasi bagi pengembangan RSUD Ar Rozy. Namun, realisasi proyek tetap bergantung pada hasil kajian, kesepakatan bisnis, dan skema kerja sama yang disepakati para pihak.***















