banner 728x90
Sejarah

Probolinggo Susun Strategi Dongkrak IPM Lewat Pariwisata dan Investasi

×

Probolinggo Susun Strategi Dongkrak IPM Lewat Pariwisata dan Investasi

Sebarkan artikel ini
Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kota Probolinggo Tahun 2027./ Foto: Kominfo

PROBOLINGGO,- Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Probolinggo masih perlu ditingkatkan. Upaya tersebut dinilai penting agar daerah mampu bersaing dengan wilayah lain.

Pernyataan itu disampaikan dalam Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kota Probolinggo Tahun 2027. Kegiatan tersebut digelar oleh Bapperida Kota Probolinggo, Senin (26/1/2029).

Wali kota menegaskan, RKPD menjadi fondasi utama arah pembangunan daerah. Dokumen ini juga menjadi bagian kesinambungan pembangunan hingga 2028 dan 2029.

Dalam paparannya, Aminuddin menekankan pentingnya pembangunan berbasis potensi lokal. Pendekatan tersebut dinilai efektif untuk mendorong peningkatan IPM.

“Tiga potensi utama Kota Probolinggo adalah sebagai penunjang pelabuhan, kawasan transit, dan penyangga pariwisata,” ujar wali kota.

Ketiga potensi itu menjadi dasar city branding “Bromo”. Kota Probolinggo diposisikan sebagai gerbang utama menuju kawasan wisata Bromo.

Sebagai bentuk komitmen peningkatan IPM, Pemkot Probolinggo meluncurkan program beasiswa senilai Rp1 miliar. Program ini difokuskan pada pemanfaatan perguruan tinggi di dalam kota.

Di sektor ekonomi, Pemkot menargetkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah secara bertahap. Targetnya, kontribusi PAD mencapai 60 persen dari APBD.

Baca Juga:  Gereja Merah Probolinggo, Ikon Sejarah yang Langka Hanya Ada 2 di Dunia

Upaya tersebut dilakukan melalui pengelolaan pajak dan retribusi yang tertib. Pengawasan juga diperkuat dengan sinergi pemerintah pusat dan provinsi.

Untuk mendorong investasi, Pemkot merencanakan pengembangan 100 destinasi wisata baru. Ratusan event ekonomi dan budaya juga disiapkan.

Penguatan sektor unggulan seperti pariwisata, pertanian, peternakan, dan UMKM turut menjadi fokus. Langkah ini diharapkan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi.

Dalam tata kelola pemerintahan, reformasi birokrasi terus diperkuat. Fokus diarahkan pada manajemen talenta ASN dan evaluasi kinerja berkala.

Pemkot juga menargetkan penguatan transparansi data pembangunan. Dashboard pembangunan direncanakan dapat diakses publik.

Sementara itu, Kepala Bidang Perekonomian dan SDA Provinsi Jawa Timur Andrio Himawan menilai Kota Probolinggo memiliki prospek investasi yang menjanjikan.

“Pertumbuhan ekonomi sekitar 5,07 persen, IPM di atas rata-rata provinsi, serta ketimpangan yang relatif terkendali menjadi modal penting,” ujarnya.

Forum konsultasi publik ini diharapkan menghasilkan rekomendasi bersama. Tujuannya, mewujudkan pembangunan Kota Probolinggo yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.***