banner 728x90
Sejarah

Partisipasi Investor Naik, Pasar Modal Jatim Terjaga Stabil

×

Partisipasi Investor Naik, Pasar Modal Jatim Terjaga Stabil

Sebarkan artikel ini
Foto: Ilustrasi

SURABAYA,- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kinerja pasar modal Jawa Timur hingga November 2025 tetap terjaga. Pertumbuhan investor dan transaksi menunjukkan tren positif.

Kepala OJK Provinsi Jawa Timur, Yunita Linda Sari, menyebut meningkatnya partisipasi masyarakat menjadi faktor utama. Literasi keuangan yang membaik turut memperkuat kepercayaan investor.

“Partisipasi masyarakat di pasar modal Jawa Timur terus meningkat seiring dengan membaiknya literasi keuangan dan kepercayaan investor,” ujarnya, dikutip Kamis (29/1/2026).

Dari sisi investor saham, jumlah Single Investor Identification (SID) mencapai 1.107.791. Angka ini tumbuh 33,15 persen secara tahunan.

SID Surat Berharga Negara (SBN) tercatat sebanyak 188.022 SID atau meningkat 17,21 persen year on year. Sementara itu, SID reksa dana mencapai 2.096.095 SID dengan pertumbuhan 25,29 persen.

Yunita menambahkan, peningkatan jumlah investor turut mendorong aktivitas perdagangan saham. Hal ini terlihat dari lonjakan nilai transaksi sepanjang November 2025.

“Nilai transaksi saham menunjukkan peningkatan signifikan, mencerminkan likuiditas pasar yang semakin kuat,” jelasnya.

Nilai transaksi beli saham tercatat sebesar Rp25.729 miliar atau tumbuh 97,50 persen yoy. Sementara transaksi jual mencapai Rp26.111 miliar dengan pertumbuhan 118,83 persen yoy.

Baca Juga:  Candi Kedaton, Warisan Sejarah di Daerah Probolinggo

Total transaksi saham di Jawa Timur mencapai Rp51.840 miliar. Angka ini tumbuh 107,70 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi kepemilikan, nilai kepemilikan saham tercatat sebesar Rp146.741 miliar. Nilai tersebut meningkat 41,81 persen dibandingkan Desember 2024.

Pada sektor reksa dana, OJK mencatat pertumbuhan yang cukup tinggi. Nilai penjualan reksa dana mencapai Rp5.833 miliar atau tumbuh 249,28 persen yoy.

“Pertumbuhan reksa dana menunjukkan semakin kuatnya minat investor, baik institusi maupun perorangan,” kata Yunita.

Jumlah nasabah institusi tercatat sebanyak 1.803 nasabah. Sementara nasabah perorangan mencapai sekitar 173 ribu orang.

Di sisi lain, sektor securities crowdfunding juga terus berkembang. Hingga November 2025, terdapat 33 penerbit dengan total dana terhimpun Rp61 miliar.

OJK memastikan akan terus mendorong pendalaman pasar modal daerah. Upaya ini dilakukan untuk mendukung pembiayaan dan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.***