banner 728x90
Kuliner

Indonesia Jadi Satu-satunya Asia Tenggara di Top 10 Wisata Kuliner Dunia

×

Indonesia Jadi Satu-satunya Asia Tenggara di Top 10 Wisata Kuliner Dunia

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi kuliner nusantara./ Foto: Istimewa

JAKARTA,- Indonesia kembali mencatat prestasi di sektor pariwisata global. Negara ini masuk dalam Top 50 Food Destinations Around the World 2026 versi Travel and Tour World (TTW).

Indonesia menempati peringkat ke-10 dunia. Posisi ini sekaligus menjadikannya satu-satunya negara Asia Tenggara yang berhasil menembus 10 besar.

Capaian tersebut menempatkan Indonesia di atas sejumlah negara dengan reputasi kuliner kuat. Thailand berada di posisi 13, Vietnam 14, Korea Selatan 15, Turki 18, Malaysia 24, dan Singapura 30.

Bahkan, Indonesia juga melampaui Prancis yang berada di peringkat ke-11. Negara-negara di sembilan besar diisi oleh Meksiko, Italia, Spanyol, Jepang, India, Amerika Serikat, Yunani, Portugal, dan China.

Pemeringkatan ini disusun berdasarkan sejumlah indikator. Di antaranya warisan kuliner, keragaman rasa, budaya jajanan kaki lima, serta pengalaman wisatawan.

Selain itu, penggunaan bahan lokal dan keaslian hidangan juga menjadi faktor penilaian. Hal ini menunjukkan pentingnya identitas kuliner dalam industri pariwisata global.

Pendiri sekaligus Pemimpin Redaksi TTW, Anup Kumar Keshan, menyebut daftar ini menyoroti kekuatan gastronomi suatu negara. Ia menegaskan bahwa kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi juga budaya dan keberlanjutan.

“Daftar ini merayakan negara-negara dengan gastronomi yang mencerminkan identitas budaya, inovasi, dan komunitas,” ujarnya.

TTW juga merilis daftar destinasi kuliner unggulan di Indonesia. Jakarta menempati posisi teratas berkat ragam kuliner khas yang mudah dijumpai.

Hidangan seperti nasi goreng, sate, dan gado-gado menjadi daya tarik utama. Kuliner tersebut dapat dinikmati mulai dari kaki lima hingga restoran.

Bali berada di posisi kedua dengan kekuatan pada hidangan tradisional dan makanan laut. Yogyakarta menyusul di urutan ketiga dengan gudeg sebagai ikon kuliner.

Bandung menempati peringkat keempat berkat jajanan populer dan budaya kafe yang berkembang. Sementara Surabaya berada di posisi kelima dengan rawon sebagai andalan.

Selanjutnya, Medan, Makassar, dan Lombok turut masuk dalam daftar. Ketiganya dikenal melalui cita rasa khas seperti soto Medan, coto Makassar, dan ayam taliwang.

Semarang dan Padang melengkapi daftar tersebut. Lumpia Semarang serta rendang khas Minangkabau menjadi daya tarik utama yang telah mendunia.

Masuknya Indonesia dalam 10 besar dunia memperkuat daya tarik sektor gastronomi nasional. Keberagaman kuliner daerah menjadi modal besar untuk menarik wisatawan mancanegara.***