banner 728x90
Nasional

HPN 2026 di Banten, Cak Imin: Pers Harus Jadi Penjernih di Era Digital

×

HPN 2026 di Banten, Cak Imin: Pers Harus Jadi Penjernih di Era Digital

Sebarkan artikel ini
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI, Muhaimin Iskandar./ Foto: Istimewa

SERANG,- Puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2026 digelar di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Senin (9/2/2026).

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI, Muhaimin Iskandar atau yang akrab di sapa Cak Imin, hadir dalam acara tersebut.

Cak Imin datang mewakili Presiden Prabowo Subianto yang berhalangan hadir. Ia menyampaikan salam dan apresiasi Presiden kepada seluruh insan pers di Indonesia.

Dalam pidatonya, Cak Imin menyoroti tantangan besar dunia jurnalistik di tengah arus digital. Menurutnya, masyarakat kini dibanjiri informasi, namun belum tentu semuanya berkualitas.

“Kecepatan penting, tapi akurasi dan kejujuran jauh lebih utama,” tegasnya.

Ia mengingatkan agar pers tidak terseret arus algoritma media sosial. Teknologi, katanya, harus memperkuat kerja jurnalistik, bukan menggantikannya.

Indonesia disebut sebagai pasar digital terbesar di Asia Tenggara. Lebih dari 80 persen warga telah terhubung internet, dengan durasi akses media sosial yang tinggi setiap hari.

Baca Juga:  Indonesia Jadi Tuan Rumah 10th Asia Pacific Spectrum Management Conference 2024

Kondisi itu membuat peran pers semakin strategis. Informasi yang keliru bisa berdampak luas terhadap stabilitas sosial dan ekonomi.

Pemerintah, lanjutnya, berkomitmen menjaga keberlanjutan industri media nasional. Dukungan terhadap kebijakan publisher rights menjadi salah satu langkah konkret.

Cak Imin juga menegaskan bahwa pers harus melawan hoaks dan disinformasi. Media diminta menjadi penjernih, bukan sekadar pemburu klik.

Ia mencontohkan pentingnya peran pers dalam mengawal program nasional, seperti koperasi desa dan makan bergizi gratis. Publik perlu mendapat pemahaman utuh, bukan sekadar potongan informasi.

Menutup sambutannya, Cak Imin menekankan tiga fungsi utama pers. Edukasi, etika, dan perlindungan martabat manusia harus menjadi fondasi jurnalisme ke depan.***