banner 728x90
Daerah

Drainase Tersumbat, Pemkot Probolinggo Lakukan Normalisasi di Sejumlah Titik

×

Drainase Tersumbat, Pemkot Probolinggo Lakukan Normalisasi di Sejumlah Titik

Sebarkan artikel ini
Pemkot Probolinggo melakukan pembersihan dan normalisasi saluran drainase di sejumlah titik./ Foto: Kominfo

PROBOLINGGO,- Pemkot Probolinggo melakukan pembersihan dan normalisasi saluran drainase di sejumlah titik. Lokasi yang menjadi fokus antara lain Jalan Mayjen Panjaitan, Jalan Suyoso, serta aliran sungai di Jalan KH Fadhol.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi genangan saat hujan deras. Pembersihan menyasar saluran air dan pintu-pintu air yang dinilai rawan tersumbat.

Scrol Kebawah Untuk Baca
banner 728x90
ADVERTORIMENT

Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, menegaskan bahwa sampah masih menjadi penyebab utama terganggunya fungsi drainase. Kondisi tersebut membuat aliran air tidak berjalan normal.

“Sampah menjadi salah satu faktor utama penyebab tersumbatnya aliran air di drainase, sehingga air tidak dapat mengalir secara normal dan akhirnya meluber ke jalan,” kata Aminuddin, Senin (19/1/2026).

Ia juga menemukan sejumlah pintu air yang alirannya terhambat. Sampah menumpuk dan menghambat distribusi air ke wilayah utara.

“Ada beberapa titik di pintu-pintu air yang alirannya terhambat sampah, sehingga air tidak bisa mengalir secara maksimal ke arah utara,” ujarnya.

Baca Juga:  Wujud Kepedulian Presiden, Tukang Becak Kabupaten Probolinggo Terima Becak Listrik Gratis

Kepala DPUPR PKP Kota Probolinggo, Setiorini Sayekti, menambahkan bahwa cuaca turut memperburuk kondisi. Curah hujan dalam beberapa hari terakhir tercatat cukup tinggi.

“Curah hujan kemarin memang sangat tinggi, dan satu minggu ke depan juga diprediksi tetap tinggi. Banyak luapan air dari saluran-saluran drainase karena tidak mampu menampung debit,” jelas Setiorini.

Selain faktor hujan, terdapat hambatan lain di lapangan. Hambatan tersebut berasal dari sampah hingga sisa material konstruksi.

“Kedua, ada hambatan-hambatan, baik berupa sampah, maupun kendala dari beberapa konstruksi, seperti bongkaran, yang menghambat jalannya air,” tambahnya.

Setiorini pun mengimbau masyarakat ikut berperan menjaga saluran air. Kepedulian lingkungan dinilai menjadi kunci pencegahan genangan.

“Perlu rutin gotong royong agar tidak ada hambatan di saluran, terutama karena sedimen yang terlalu tinggi,” pungkasnya.***