banner 728x90
Daerah

Diguyur Hujan Lebat, Warga Probolinggo Tetap Antusias Tarawih

×

Diguyur Hujan Lebat, Warga Probolinggo Tetap Antusias Tarawih

Sebarkan artikel ini
Kabut tebal menyelimuti daerah dataran tinggi seperti Kecamatan Krucil dan Tiris./ Foto: bolinggo.co

PROBOLINGGO,- Malam pertama salat tarawih di wilayah Probolinggo selatan berlangsung dalam suasana berbeda. Hujan deras disertai angin mengguyur kawasan pegunungan, Rabu (18/2/2026) malam.

Sejak sebelum waktu Maghrib, kabut tebal sudah menyelimuti daerah dataran tinggi seperti Krucil dan Tiris. Suhu udara terasa lebih dingin dari biasanya, terlebih setelah hujan turun cukup lebat seusai azan Maghrib.

Meski cuaca kurang bersahabat, warga tetap berangkat ke masjid untuk melaksanakan salat Isya dan tarawih. Payung dan jas hujan menjadi pelengkap perjalanan mereka menuju tempat ibadah.

Sholihin, warga Kecamatan Krucil, mengatakan hujan memang kerap turun dalam beberapa hari terakhir. Namun ia menilai turunnya hujan di awal Ramadan sebagai pertanda baik.

Baca Juga:  Pemkot Probolinggo Berantas Rokok Bodong yang Masih Berkeliaran

“Beberapa hari ini memang sering hujan. Malam pertama tarawih juga hujan deras. Semoga ini jadi hujan berkah,” ujarnya.

Sementara itu, memprakirakan wilayah Jawa Timur bagian selatan berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang.

Kondisi ini dipengaruhi tingginya kelembapan udara serta pertumbuhan awan konvektif, terutama di daerah pegunungan.

BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi genangan air dan pohon tumbang akibat angin kencang. Terutama bagi warga yang beraktivitas pada malam hari.

Di tengah guyuran hujan, semangat masyarakat menyambut Ramadan tetap terasa hangat. Malam pertama tarawih pun berlangsung khusyuk, ditemani rintik hujan yang diharapkan membawa keberkahan.***