BOLINGGODOTCO,- Pemerintah menetapkan awal bulan Syaban 1447 Hijriah jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026. Penetapan ini menjadi rujukan umat Islam dalam menyiapkan berbagai ibadah sunnah di bulan Syaban.
Bulan Syaban memiliki keutamaan khusus dalam Islam. Salah satu momen pentingnya adalah Nisfu Syaban yang jatuh pada tanggal 15 Syaban. Malam Nisfu Syaban dikenal sebagai malam penuh ampunan dan rahmat.
Pada tahun 2026, malam Nisfu Syaban dimulai pada Senin malam, 2 Februari 2026. Banyak umat Muslim memanfaatkan malam tersebut dengan memperbanyak doa, zikir, istighfar, serta membaca Al-Qur’an.
Rasulullah SAW juga dikenal memperbanyak puasa sunnah di bulan Syaban. Salah satu puasa yang dianjurkan adalah puasa Ayyamul Bidh, yakni puasa pada pertengahan bulan Hijriah.
Puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah. Pada Syaban 1447 H, puasa ini bertepatan dengan rangkaian Nisfu Syaban sehingga semakin bernilai keutamaan.
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Syaban 1447 H / Februari 2026:
- Minggu, 1 Februari 2026: 13 Syaban 1447 H
- Senin, 2 Februari 2026: 14 Syaban 1447 H
- Selasa, 3 Februari 2026: 15 Syaban 1447 H
Puasa ini dapat diniatkan sejak malam hari hingga sebelum terbit fajar. Namun, bagi yang lupa, niat masih diperbolehkan di siang hari selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa.
Niat Puasa Ayyamul Bidh
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ayyāmil bīdl lillāhi ta‘ālā.
Artinya:
“Saya niat puasa Ayyamul Bidh karena Allah Ta’ala.”
Selain puasa, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak doa pada malam Nisfu Syaban sebagai bentuk harapan akan ampunan dan keberkahan hidup.
Doa Malam Nisfu Syaban
اَللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مَطْرُودًا أَوْ مُقَتَّرًا عَلَيَّ فِي الرِّزْقِ فَامْحُ اللّٰهُمَّ بِفَضْلِكَ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَطَرْدِي وَاقْتِرَارَ رِزْقِي، وَأَثْبِتْنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ سَعِيْدًا مَرْزُوقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ
Artinya:
“Ya Allah, jika Engkau mencatatku di Lauhul Mahfuz sebagai orang yang celaka, terhalang rezekinya, terusir, atau disempitkan rezekinya, maka hapuskanlah dengan karunia-Mu semua itu. Tetapkanlah aku sebagai hamba yang bahagia, diberi rezeki, dan dimudahkan dalam kebaikan.”
Melalui momentum Syaban, umat Islam diajak mempersiapkan diri secara spiritual sebelum memasuki bulan suci Ramadan. Puasa, doa, dan amal kebaikan menjadi bekal penting menuju peningkatan iman dan ketakwaan.***













