banner 728x90
Daerah

Breaking News! Bromo Erupsi 46 Detik, Masyarakat Diminta Waspadai Letusan Susulan

×

Breaking News! Bromo Erupsi 46 Detik, Masyarakat Diminta Waspadai Letusan Susulan

Sebarkan artikel ini
Erupsi Gunung Bromo pada Kamis 5 November 2026 petang./ Foto: Istimewa

PROBOLINGGO,- Aktivitas vulkanik Gunung Bromo kembali meningkat. Gunung yang berada di kawasan Kabupaten Probolinggo tersebut mengalami erupsi pada Kamis (5/11/2026) petang, dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 500 meter di atas puncak.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Bromo, Budi Marwanto, menjelaskan erupsi terjadi pukul 17.11 WIB. Kolom letusan teramati mencapai ketinggian 2.829 meter di atas permukaan laut (mdpl).

“Terjadi erupsi Gunung Bromo pada hari Kamis pukul 17.11 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 500 meter di atas puncak atau 2.829 meter di atas permukaan laut (mdpl),” kata Budi dalam keterangan tertulis.

Ia menyampaikan, kolom abu vulkanik terlihat berwarna kelabu dengan intensitas tipis hingga tebal dan bergerak ke arah barat. Aktivitas erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan durasi 46 detik.

Saat ini, Gunung Bromo masih berada pada Status Level II atau Waspada. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan masyarakat serta wisatawan untuk tidak memasuki kawasan dalam radius satu kilometer dari kawah aktif.

Budi juga mengingatkan masyarakat, pedagang, pendaki, wisatawan, dan pengelola wisata agar mewaspadai kemungkinan terjadinya letusan freatik. Sebab, letusan tersebut dapat terjadi secara tiba-tiba tanpa didahului gejala vulkanik yang jelas.

“Masyarakat di sekitar Gunung Bromo, pedagang, wisatawan, pendaki, dan pengelola wisata agar mewaspadai terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba-tiba dan tanpa didahului oleh gejala-gejala vulkanik yang jelas,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarif, mengatakan pihaknya telah menerima laporan mengenai aktivitas erupsi Gunung Bromo. Ia meminta masyarakat tidak panik dan tetap mengikuti arahan petugas.

“Saya mengimbau masyarakat tetap tenang dan mematuhi arahan petugas sesuai dengan rekomendasi batas aman yang sudah direkomendasikan oleh PVMBG,” kata Oemar.

Berdasarkan catatan petugas, Gunung Bromo memiliki ketinggian 2.329 mdpl. Erupsi terakhir sebelumnya tercatat pada 19 Juli 2019, dengan amplitudo maksimum 37 milimeter dan durasi 434 detik. Saat itu, visual letusan tidak teramati.

Masyarakat dan wisatawan diimbau tetap memperhatikan perkembangan aktivitas Gunung Bromo melalui informasi resmi serta tidak mendekati kawah aktif sesuai rekomendasi PVMBG.***