PROBOLINGGO,- Nasib hasil panen petani tembakau menjadi perhatian DPRD Kabupaten Probolinggo. Komisi II turun langsung mengecek kondisi gudang dan perkembangan harga di lapangan.
Dalam kunjungannya tersebut dilakukan untuk memantau penyerapan hasil panen tembakau masyarakat. Dewan juga mengevaluasi stok dan perkembangan harga tembakau selama musim panen tahun ini.
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Probolinggo, Reno Handoyo, mengatakan monitoring dilakukan untuk memastikan petani mendapatkan kepastian pasar.
“Kami ingin memastikan pihak gudang menyerap hasil panen masyarakat secara adil dan transparan,” kata Reno, di Kecamatan Paiton, Rabu (2/9/2026).
Menurutnya, langkah tersebut sekaligus menjadi respons atas keluhan petani mengenai kejelasan stok dan kestabilan harga tembakau di pasaran.
Saat ini, harga tembakau di tingkat petani berada di kisaran Rp50.000 hingga Rp63.000 per kilogram. Sementara untuk tembakau dengan kualitas tertentu, harganya berpotensi mencapai Rp74.000 per kilogram.
Dalam kegiatan tersebut, Komisi II didampingi Asisten II Setda Kabupaten Probolinggo, Kepala DKUPP, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Satpol PP, Kabag Perekonomian dan SDA, serta Kabag Hukum Setda Kabupaten Probolinggo.
Perwakilan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dan Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) juga turut mengikuti peninjauan ke sejumlah gudang.
Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Gudang Sayap Mas di Desa Sumberanyar, Kecamatan Paiton. Pemilik gudang, Abah Sulaiman, turut menyampaikan pandangannya terkait kondisi petani tembakau.
Sulaiman menilai kenaikan cukai berpotensi memberikan dampak terhadap petani. Menurutnya, petani menjadi pihak yang paling dirugikan apabila kebijakan tersebut kembali menaikkan beban industri.
“Apabila cukai dinaikkan, pihak yang paling dirugikan adalah petani tembakau. Seharusnya, jika tarif tidak bisa diturunkan, setidaknya jangan dinaikkan,” ujarnya.
Untuk musim panen tahun ini, Gudang Sayap Mas menargetkan penyerapan sekitar 500 ton tembakau. Hingga saat peninjauan berlangsung, sebanyak 280 ton di antaranya telah terserap.
Sulaiman juga mengingatkan petani agar menjaga kualitas tembakau sebelum dibawa ke gudang. Kualitas menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan nilai jual hasil panen.
“Kami mengimbau para petani untuk menjaga kualitas hasil panen. Jangan memadukan daun muda dengan daun berkualitas bagus agar tidak menurunkan nilai jual,” katanya.
Ia menambahkan, gudang akan terus melakukan penyerapan tembakau yang sesuai dengan spesifikasi kebutuhan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengejar target penyerapan hingga akhir musim panen.
“Kami terus menyerap tembakau yang sesuai dengan spesifikasi kebutuhan gudang agar target penyerapan tahun ini dapat tercapai,” pungkasnya.***















