PROBOLINGGO,- Turnamen sepak bola Garda Bangsa Cup 2026 dipastikan mulai bergulir pada 17 Juli 2026. Sebanyak 32 tim terbaik dari Kabupaten dan Kota Probolinggo akan ambil bagian dalam ajang ini.
Kompetisi ini menjadi bagian dari rangkaian Road to Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Atmosfer persaingan dipastikan berlangsung sengit sejak laga pembuka.
Pembukaan turnamen direncanakan dilakukan oleh Wakil Bupati Probolinggo, Fahmi AHZ. Momen tersebut sekaligus menandai dimulainya rangkaian kegiatan Road to Harlah PKB di wilayah setempat.
Ketua DKC Garda Bangsa Kabupaten Probolinggo, Mohammad Badrul Kamal, menegaskan pentingnya kesuksesan penyelenggaraan. Ia menyebut turnamen ini sebagai tolok ukur agenda serupa di masa mendatang.
“Turnamen ini akan menjadi tolok ukur kegiatan ke depan. Saya ingin seluruh rangkaian berjalan tertib, aman, lancar, dan sukses,” kata Kamal, saat technical merting di kantor Desa Krucil, Senin (13/7/2026).
Ia juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas. Termasuk menghormati lawan, wasit, serta menjaga etika selama pertandingan.
Menurutnya, olahraga memiliki peran penting dalam memperkuat persatuan masyarakat. Karena itu, ia mengajak semua pihak menjaga kondusivitas selama turnamen berlangsung.
“Suporter dan panitia harus bersama-sama menjaga situasi tetap aman. Ini harus menjadi hiburan sehat sekaligus ajang pembinaan atlet daerah,” tambahnya.
Sementara itu, panitia pelaksana Ferdi Arisman memastikan aturan pertandingan mengacu standar internasional. Seluruh ketentuan telah disosialisasikan kepada peserta melalui petunjuk teknis.
“Regulasi yang digunakan mengacu pada standar FIFA. Semua manajer tim sudah memahami hak dan kewajibannya,” jelasnya.
Ia berharap turnamen dapat berjalan lancar hingga partai final. Dukungan semua pihak dinilai menjadi kunci utama kesuksesan kegiatan ini.
“Kesuksesan turnamen membutuhkan peran bersama. Tetap jaga ketertiban dan sportivitas,” tegasnya.
Dalam pelaksanaannya, pertandingan menggunakan format mini soccer 9 lawan 9. Sejumlah aturan disesuaikan, termasuk tidak diberlakukannya offside.
Panitia juga menetapkan aturan terkait administrasi tim dan pergantian pemain. Sanksi disiplin akan diterapkan bagi pelanggaran yang mengganggu jalannya kompetisi.***













