banner 728x90
Daerah

Ribuan Warga Probolinggo Padati Pawai Budaya, Seni Tradisi dan UMKM Ikut Terdongkrak

×

Ribuan Warga Probolinggo Padati Pawai Budaya, Seni Tradisi dan UMKM Ikut Terdongkrak

Sebarkan artikel ini
Pawai Budaya Kelurahan Wonoasih Tahun 2026./ Foto: Istimewa

PROBOLINGGO,- Ribuan warga Kota Probolinggo memadati sepanjang rute Pawai Budaya Kelurahan Wonoasih Tahun 2026, Minggu (12/7/2026). Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sejak awal hingga kegiatan berakhir.

Pawai budaya ini diikuti sebanyak 16 kontingen. Peserta berasal dari perwakilan RW serta berbagai lembaga yang ada di Kelurahan Wonoasih.

Lurah Wonoasih, Hasim Irawanto, berharap kesenian yang ditampilkan tidak berhenti di ajang ini saja. Ia ingin seni tradisi lokal bisa tampil di berbagai agenda resmi pemerintah.

“Setelah disaksikan bersama, ke depan kesenian ini bisa diundang oleh perangkat daerah ketika memiliki kegiatan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti penampilan Pencak Silat Cimande yang menjadi daya tarik tersendiri. Menurutnya, pertunjukan tersebut membawa nilai edukasi budaya.

“Pencak Silat Cimande akan memperagakan bagaimana carok itu sebenarnya terjadi sebagai bagian dari seni tradisi,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hasim turut menyerahkan pisang Cavendish kepada Sekda Kota Probolinggo, Budiono Wirawan. Penyerahan itu menjadi simbol potensi hasil pertanian masyarakat Wonoasih.

Sementara itu, Sekda Kota Probolinggo, Budiono Wirawan, menegaskan bahwa pawai budaya memiliki makna lebih dari sekadar hiburan. Kegiatan ini dinilai sebagai upaya pelestarian budaya.

“Pawai budaya ini bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi sarana melestarikan warisan leluhur sekaligus memberikan edukasi kepada generasi muda tentang pentingnya menjaga nilai-nilai budaya di tengah arus modernisasi,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah. Hal tersebut selaras dengan tema yang diusung tahun ini.

“Melalui tema ‘Semarak Budaya Lokal Menuju Kelurahan Wonoasih Sajen Sae’, kami ingin membangun kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah dalam menciptakan kehidupan yang harmonis,” tambahnya.

Tak hanya menjadi pesta budaya, kegiatan ini juga berdampak pada perekonomian warga. Para pelaku usaha kecil turut merasakan peningkatan pendapatan dari ramainya pengunjung.***