banner 728x90
Daerah

Tak Tahan Bau, Warga Adukan Tumpukan Sampah ke Pemkab Probolinggo

×

Tak Tahan Bau, Warga Adukan Tumpukan Sampah ke Pemkab Probolinggo

Sebarkan artikel ini
Tumpukan sampah di TPS Klojen, Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo./ Foto: Istimewa

PROBOLINGGO,- Tumpukan sampah di TPS Klojen, Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, menuai keluhan warga. Kondisinya meluber hingga ke trotoar dan mengganggu kenyamanan lingkungan.

Warga sekitar mengeluhkan bau menyengat yang ditimbulkan. Selain itu, keberadaan sampah yang menumpuk juga memicu munculnya tikus di sekitar permukiman.

Scrol Kebawah Untuk Baca
banner 728x90
ADVERTORIMENT

Salah seorang warga, Asep, mengatakan bahwa kondisi tersebut semakin parah sejak dua TPS di wilayah itu ditutup.

“Sejak dua TPS ditutup, sampah di sini jadi semakin banyak dan menumpuk. Bau menyengat dan tikus juga mulai berkeliaran. Kalau banjir datang tentu sangat mengganggu warga,” ujarnya.

Menindaklanjuti aduan masyarakat melalui layanan Halo Sae, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo bergerak cepat melakukan penanganan di lokasi.

Kepala DLH Kabupaten Probolinggo, Roby Siswanto, menyampaikan bahwa kapasitas TPS Klojen saat ini sudah melebihi batas.

“Secara kapasitas sebenarnya ini sudah melebihi MoU pengambilan sampah yang ada. Namun karena kondisi di lapangan memang sudah meluap dan sangat mengganggu warga, maka kami mengambil langkah cepat dengan melakukan transportasi tambahan,” katanya.

Selain penanganan darurat, DLH juga menyiapkan langkah lanjutan dengan melibatkan pihak kelurahan dan kecamatan. Edukasi pengelolaan sampah akan menjadi fokus ke depan.

“Ke depan kami akan bekerja sama dengan Kelurahan Sidomukti dan Kecamatan Kraksaan untuk memberikan edukasi pengelolaan sampah kepada masyarakat,” lanjutnya.

DLH berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam mengurangi volume sampah. Pemilahan dan pengelolaan dari sumber dinilai penting untuk mencegah penumpukan di TPS.

“Harapannya sampah bisa dipilah dan dikelola dari lingkungan masing-masing sehingga tidak terjadi penumpukan berlebihan di TPS,” pungkasnya.***